
Brebes, redaksimedinas.com – Pembahasan mobilisasi PT SAE yang di rasa mengganggu kembali mencuat dan mendapat protes warga, Senin 19/03/2018.
Pertemuan perwakilan warga, tokoh masyarakat dengan PT SAE di hadiri Pemda Brebes, Polres, Kodim dan juga dinas terkait bertempat di aula Kecamatan Paguyangan.
Warga sekitar eksploitasi PT SAE menyampaikam protes terhadap mobilisasi alat berat PT SAE, kata Wahyono Tokoh masyarakat Pandansari, ” Setiap malam warga sekitar jalan yang dilewati mobil pengangkut alat berat sangat terganggu, apalagi dampaknya rumah retak yang sampai saat ini masih baru sekira 20 sampai 30 persen yang di perbaiki, terangnya.
Rohmat penggiat sosial juga menyatakan protes pada PT SAE,” Jalan dilewati kendaraan besar sangat tidak layak karena menggunakan aspal goreng dengan kualitas jalan kampung, kata Rohmat, ” PT SAE harus bertanggungjawab dengan rusaknya jalan, apabila sampai tidak segera di lakukan perbaikan, kami siap turun jalan dengan ribuan masa. “Jelasnya.

Mensikapi tuntutan tersebut Bintang Sasongko selaku Area Manager PT SAE berkilah, bahwa pihaknya telah melakukan upaya – upaya perbaikan, baik rumah retak, infrstruktur jalan, juga terus melakukan komunikasi secara intens dengan warga terdampak, hanya perlu adanya wadah komunikasi yang lebih jelas. “Terangnya.
Kata Bintang,” Kita perlu adakan pertemuan rutin dengan Kadus, Kades di beberapa desa minimal 2 atau 3 minggu sekali, untuk membahas persoalan persoalan yang muncul, “Jelas Bintang.
Pihak PU kabupaten Brebes, Dani Asmoro mengatakan, “Kelas jalan dari pertigaan Kaligua hingga Pandansari merupakan kelas 3 dengan tonase maksimal 8 ton, dan kalau terjadi kerusakan menjadi tanggungjawab PT SAE”.
Pemerintah Daerah ( Pemda) Brebes di wakili asisten I H Athoilah menyampaikan,” Jika proyek PT SAE ini proyek negara yang sudah berjalan, sehingga tidak mungkin untuk di hentikan, tetapi bagaimana meminimalisir dampak kerusakan yang ditimbulkan, dan PT SAE harus bertanggungjawab atas dampak yang di timbulkan tersebut, “Jelasnya.

Mensikapi ancaman demonstrasi warga yang tidak puas dengan PT SAE yang di anggap janji tinggal janji, Wakapolres Brebes Kompol Wahyudi S IK menyampaikan,” Kita harus bijak dalam mensikapi persoalan ini, semua melalui tahapan musyawarah agar tidak berdampak meluas, itu hak masyarakat menyuarakan aspirasinya, tetap santun dan tidak melanggar aturan. Imbuhnya. (LHakim)





