
Kota Pekalongan, medianasional.id
Kegiatan seminar dan diskusi interaktif peran dan fungsi OJK ini diselenggarakan oleh Citra institute Jakarta yang di pandu secara langsung oleh Heriyono Tardjono bertempat di Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Sabtu (30/3/2019) sore.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan Ismet Inonu, dengan narasumber Prof. Dr. Hendrawan Supratikno DPR RI Dapil X Jawa Tengah dan kebetulan di calonkan kembali oleh PDIP di daerah yang sama dengan nomor urut 1, Wakil Walikota Pekalongan yang baru Aaf Arslan Junaid, Perwakilan OJK Tegal Rudi Arliyanto, Edi Supriyanto. Para tamu undangan dari Mahasiswa UNIKAL, AL Azhar Jakarta, UMKM, Pelaku usaha pengusaha dan para tamu undangan masyarakat sekita ekskaresidenan Pekalongan.

Ismet panggilan akrabnya dalam sambutanya mengatakan bahwa Peran dan fungsi OJK harus di pahami para pelaku usaha tidak hanya itu masyarakat pun harus mengerti apa si itu OJK baik dari tugas, fungsi ataupun manfaat buat masyarakat. Lanjut Ismet, Ia mengapresiasikan kegiatan yang dilakukan oleh OJK, hal – hal yang bersentuhan dengan keuangan harus kita semua perlu memahami.

Ismet berharap, agar peran dan fungsi OJK nantinya bisa berpihak kepada masyarakat dia juga memberikan contoh manakala ada warga yang dalam kondisi pailit belum bisa mengangsur kewajibannya terhadap finance harus diberikan solusi arahan agar tidak berdampak dan merugikan kedua belah pihak.

Prof. Dr. Hendrawan Supratikno selaku anggota DPR RI F PDIP Dapil X Jawa Tengah menuturkan bahwa OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan didalam sektor jasa keuangan dapat terselenggara secara teratur, transparan, adil, dan akuntabel serta mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil dan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat di Wujudkan melalui adanya sistem pengaturan dan pengawasan yang terintregasi terhadap keseluruhan kegiatan dalam sektor jasa keuangan.

Lanjut Prof. Dr. Hendrawan Supratikno dirinya menuturkan “uang bukan segala galanya, tapi segala galanya membutuhkan uang,” ucap Profesor.

Prof. Dr. Hendrawan Supratikno juga memberikan 5 pandangan hidupnya yaitu tentang nikmat sehat, nikmat sempat untuk meluangkan waktunya untuk datang ataupun melangkah menuju suatu tujuan. Nikmat semangat, bahwa apabila kita tidak bersemangat dalam hidup ini kita tidak bisa melakukan aktivitas kegiatan. Nikmat memilikinya sahabat yang bisa untuk berbagi informasi maupun berbagi tentang sesuatu hal. Yang terakhir tentang nikmat khidmat yang perlu kita syukuri bersama – sama agar dalam hidup ini kita selalu bersyukur setelah kita diberikan nikmat lainya.

Rudi Arliyanto perwakilan dari OJK Tegal menuturkan secara singkat tentang fungsi OJK guna menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terpadu terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan.

Lanjut Rudi Arliyanto mengatakan bahwa OJK Otoritas Jasa Keuangan ini berdiri sejak tahun 2013. Dan sejak adanya OJK ini di wilayah eks karesidenan Pekalongan saja pengaduan dari masyarakat sudah ribuan orang.

Dalam sesi tanya jawab yang di moderatori Heriyono Tarjono dari Citra Institut Jakarta ada puluhan penanya yang ingin berbagi pengalaman pada kesempatan itu, namun karena waktu yang terbatas hanya ada 6 penanya kepada pihak OJK perwakilan Tegal.

Monika mahasiswa Unikal, menanyakan perihal tentang upaya dan faktor yang membuat kestabilan ekonomi secara umum, dan di Jawa oleh narasumber Rudi dengan ada banyak sektor yang membuat kestabilan ekonomi. s
Menurut Rudi, faktor – faktor eksternal sangat mempengaruhi kestabilan ekonomi.

Sri Rejeki penanya asal Poncol, menanyakan tentang Informasi nabung saham apakah sementara hanya adanya di Tegal, di jawab oleh narasumber iya, “karena OJK belum ada kantor perwakilan di Kota Pekalongan, Ucap Rudi sambil tersenyum mengatakan barangkali setelah Bapak Walikota baru Aaf Arslan Junaid menjabat akan di pikirkan.

Iput koswara, menanyakan perihal menyimpan uang di BMT bagaimana kalau BMT tersebut mengalami kehancuran apakah uang saya hilang atau bagaimana, tanya Iput. Pertanyaan Iput di jawab Aaf Arslan Junaid bahwa “harus melihat personalnya saat menawarkan BMT tersebut jangan mudah percaya dengan promo yang dilakukan seseorang untuk bergabung di BMT, jangan bergabung dengan BMT yang belum terdaftar. Karena ada banyak kejadian seperti arisan lebaran yang akhirnya di bawa kabur oleh personilnya, ” Ucap Aaf Arslan Junaid.

Prof. Dr. Hendrawan Supratikno juga menambahi tentang pertanyaan Iput, menurut Prof. Dr. Hendrawan Supratikno bahwa faktor reputasi itu sangat penting, jangan mudah percaya terhadap iming – iming cepat memperoleh hasil yang banyak, dan lain sebagainya yang terkadang membuat orang terjerumus karena iming – iming tersebut.

Dalam sesi pertanyaan sang Profesor Hendrawan memberikan pertanyaan ada berapa jumlah Komisioner OJK, pertanyaan Profesor di jawab oleh zamroni dengan menjawab tujuh Komisioner. Para penjawab saat diskusi interaktif itu diberikan dorprize dari masing – masing penanya.
Reporter : Puji_Leksono.





