TULUNGAGUNG, Medianasional.id – Gerakan koperasi di Kabupaten Tulungagung didorong terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang sehat, mandiri, profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dorongan tersebut disampaikan Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat menghadiri Tasyakuran Gerakan Koperasi dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Dekranasda Tulungagung, Jumat (14/8/2026).
Ahmad Baharudin mengatakan, Hari Koperasi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat koperasi sebagai kekuatan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong.
“Koperasi bukan hanya sebuah badan usaha, tetapi merupakan wadah kebersamaan dan gotong royong. Koperasi dibangun dari anggota, oleh anggota, dan untuk kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi di Tulungagung harus mampu meningkatkan kualitas tata kelola, sumber daya manusia, pelayanan kepada anggota, serta pemanfaatan teknologi.
Langkah tersebut penting agar koperasi mampu menjawab perubahan kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan peluang usaha secara berkelanjutan.
Lanjut Ahmad Baharudin, Koperasi memiliki potensi ekonomi yang luas, mulai sektor pertanian, perdagangan, peternakan, perikanan, UMKM hingga industri kreatif. Potensi tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara profesional melalui penguatan kelembagaan koperasi.
“Koperasi harus mampu melihat peluang yang ada di masyarakat,” tegasnya.
Ahmad Baharudin juga mengajak insan koperasi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan masyarakat. Menurutnya, koperasi tidak dapat berkembang secara optimal apabila berjalan sendiri-sendiri.
Kolaborasi tersebut dinilai semakin penting dengan hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu proyek strategis nasional yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Plt. Ketua DEKOPINDA Kabupaten Tulungagung, Nyadin, menilai peringatan Hari Koperasi ke-79 harus menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen seluruh gerakan koperasi di daerah.
Nyadin menegaskan, koperasi tidak bisa lagi mengandalkan pola kerja lama. Koperasi dituntut beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pembenahan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha.
“Koperasi yang kuat adalah koperasi yang mampu menjaga kekompakan, memiliki tata kelola yang baik dan benar-benar memberikan manfaat kepada anggota,” katanya.
DEKOPINDA Tulungagung, lanjut Nyadin, terus mendorong koperasi memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Gerakan koperasi juga diharapkan dapat mengambil peran positif dalam perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga keberadaannya memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan koperasi di Kabupaten Tulungagung atas kontribusi dan kerja keras dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ia menegaskan, peringatan Hari Koperasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi, memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, dan membangun koperasi yang semakin profesional serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tasyakuran ini bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk mempererat persatuan gerakan koperasi, meningkatkan semangat gotong royong dan membangun ekonomi masyarakat Tulungagung secara bersama-sama,” pungkasnya.






