TULUNGAGUNG, Medianasional.id – Pembangunan keluarga berkualitas menjadi salah satu kunci menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing. Karena itu, edukasi tentang kesehatan ibu dan anak, pola pengasuhan, serta pencegahan stunting perlu diperkuat sejak dini.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja yang digelar di Desa Blendis, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M., sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pengasuhan yang tepat.
Dalam pemaparannya, Heru Tjahjono menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), orang tua didorong untuk lebih memahami kebutuhan anak, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, hingga pembentukan karakter sejak usia dini.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak sembarangan memberikan telepon genggam kepada anak, khususnya yang masih berusia dini. Penggunaan gawai tanpa pengawasan berpotensi memengaruhi perkembangan emosional dan perilaku anak.
“Pesan saya, orang tua jangan sembarangan memberikan telepon genggam kepada anak-anak, terutama yang masih berusia dini. Penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat memengaruhi perkembangan emosional anak,” tegas mantan Bupati Tulungagung tersebut.
Selain pola pengasuhan, Heru menekankan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Sinergi pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
Menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan sejak hulu, mulai dari kesiapan calon orang tua, perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi ibu dan anak, hingga penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Camat Gondang, Endra Kusriawan, SST., M.Si., mengatakan program Bangga Kencana harus dipahami dan diterapkan secara nyata oleh masyarakat. Keberhasilan pembangunan keluarga, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
Ia menegaskan, keluarga sehat merupakan fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan anak harus berjalan seiring dengan pendidikan dan pembentukan karakter.
“Anak-anak harus kita persiapkan sejak dini. Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang pintar, sehat, dan berpendidikan. Persiapan itu dimulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi,” ujar Endra.
Endra menambahkan, membentuk generasi berkualitas membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan. Peran orang tua dalam mendampingi anak, membangun kebiasaan belajar, serta memperhatikan kesehatan dan perkembangan anak menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Ia berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Gondang tentang pentingnya pembangunan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas keluarga dan kesiapan generasi penerus.
Melalui sosialisasi Bangga Kencana, Kecamatan Gondang mendorong penguatan peran keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Upaya pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pengasuhan yang tepat diharapkan dapat melahirkan generasi Tulungagung yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(Arsoni)






