Ambon, medianasional.id – Pj. Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M.Wattimena, M.Si, melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran yang terjadi di RT 002/RW 02 Kelurahan Uritetu, kawasan Belakang Kota, yang berdampingan dengan Pasar Gambus, Senin (15/5/23).
Berdasarkan data yang ada, sebanyak 110 rumah terbakar akibat kejadian ini, sehingga 103 kepala keluarga dan 219 jiwa kehilangan tempat tinggal. Selain itu, kebakaran ini juga menelan korban jiwa sebanyak 1 orang yang meninggal dunia.
Wattimena tiba di lokasi kejadian didampingi oleh, Dandim 1504 Ambon, Wakapolresta Pulau Ambon dan PP. Lease, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kota Ambon. Dalam kunjungannya, Ia menyampaikan rasa belasungkawa dan keprihatinan kepada para korban.
Ia mengakui bahwa, Pemerintah Kota Ambon melalui OPD teknis akan berupaya melakukan penanganan darurat pasca-kejadian ini kepada para korban selama 14 hingga 28 hari ke depan.
“Para korban saat ini yang mengungsi di gedung milik PT. Pelni akan kita pindahkan ke pasar gotong royong lantai II dengan prosedur penanganan darurat yang berlaku,” ungkapnya.
Menurut Wattimena, pasar gotong royong yang akan dijadikan tempat tinggal sementara bagi para korban, merupakan pilihan yang lebih layak daripada tinggal di tenda-tenda, mengingat Kota Ambon sedang memasuki musim penghujan.
“Kami juga akan menyediakan dapur umum untuk menyediakan makanan setiap hari dan membuka pos pelayanan kesehatan bagi para korban,” tambahnya.
Wattimena menjelaskan bahwa, selain penanganan darurat, para korban juga akan dibantu dengan Dana Stimulan sebesar Rp 15 juta per rumah, namun dengan persyaratan rumah tersebut harus memiliki sertifikat.
“Nanti akan Kami data, rumah yang memiliki sertifikat akan menerima dana stimulan, sedangkan yang tidak memiliki sertifikat tidak akan mendapatkannya. Namun, untuk penanganan darurat, semua pasti akan mendapatkannya, tanpa memandang apakah warga memiliki KTP Kota Ambon atau tidak, karena mereka semua adalah masyarakat Kota Ambon,” terangnya.
Dirinya berharap, bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota dapat meringankan beban yang dihadapi para korban. Oleh karena itu, Ia meminta semua pihak bersatu, bersinergi, dan berkolaborasi dalam melakukan penanganan terhadap para korban.
“Dalam situasi seperti ini, janganlah Kita saling menyalahkan atau mencari kelemahan. Yang penting, mari kita bersatu, bersinergi, dan berkolaborasi dalam menangani para korban,” pungkasnya.
Perlu diketahui, penyebab kebakaran yang terjadi saat ini masih sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Namun, berdasarkan keterangan saksi mata, diduga bahwa kebakaran tersebut terjadi akibat mobil jenis MPV yang terbakar dan api kemudian merembet ke salah satu toko yang menjual kasur dan bahan-bahan mudah terbakar. Api kemudian dengan cepat menjalar ke pemukiman penduduk di pasar Gambus, namun berhasil dipadamkan oleh tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi, tutup Wattimena.






