SMP Negeri 3 Ambon Gelar Tes SPMB Secara Online, Sempat Terkendala Jaringan

Ambon, Maluku370 Dilihat

Ambon, medianasional.id – Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Ambon, Herra Menny Pelupessy, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya di Galala, Ambon, pada Selasa, 17 Juni 2025, menyampaikan bahwa, pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) hari ini berjalan dengan cukup baik meski sempat mengalami kendala teknis.

“Terkait dengan kegiatan SPMB hari ini, sebenarnya tes online sudah dijadwalkan pada hari Sabtu kemarin, sekitar pukul sembilan pagi. Namun karena adanya gangguan jaringan, pelaksanaan ditunda dan kami menunggu informasi selanjutnya dari dinas. Baru kemudian dikabarkan bahwa tes dilanjutkan hari ini, Selasa,” jelasnya.

Herra menjelaskan bahwa, SMP Negeri 3 Ambon mendapatkan kuota penerimaan siswa baru sebanyak 192 orang yang akan dibagi ke dalam enam kelas. Namun, berdasarkan data yang terdaftar di Dapodik, baru sekitar 60 siswa yang masuk secara resmi. Saat pelaksanaan tes online hari ini, sebanyak 95 siswa mengikuti seleksi. Beberapa siswa tidak dapat mengikuti ujian karena tidak membawa ponsel, atau ponsel mereka dalam kondisi baterai habis.

“Puji Tuhan, pelaksanaan tes hari ini berjalan dengan lancar. Kami mulai dari pukul 08.30 sesuai dengan instruksi dari dinas. Anak-anak bisa mengerjakan soal dengan baik. Walaupun ada kendala jaringan, tapi tidak berlangsung lama dan segera dipulihkan,” ujar Herra.

Ia juga menambahkan bahwa, hasil kelulusan akan diumumkan pada tanggal 19 Juni 2025, dan pihak sekolah akan menyampaikan informasinya melalui grup atau media komunikasi lainnya.

Bagi beberapa siswa yang belum sempat mengikuti tes online, pihak sekolah telah menyiapkan solusi berupa tes manual.

“Yang tidak ikut online tadi akan kita atur untuk tes secara manual. Tapi jumlahnya tidak banyak, hanya beberapa orang saja,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan teknis, Herra menyampaikan harapannya agar ke depan kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara manual saja.

“Kalau ke depan ada kegiatan seperti ini lagi, saya harap kita bisa lakukan secara manual. Karena jaringan ini kan bukan hanya dipakai oleh kita saja, tapi juga oleh semua SMP dan bahkan kantor-kantor, jadi kadang tidak stabil,” katanya.

Meski demikian, ia tetap mengikuti arahan dari pihak dinas. “Kemarin dari dinas memberi pilihan, apakah mau online atau manual. Saya dan operator memilih untuk tetap online,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses