Peringati HANI 2026, BNN Morotai dan Forkopimda Perkuat Kolaborasi Tekan Peredaran Narkotika

Maluku Utara1440 Dilihat

Morotai, Medianasional.id — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pulau Morotai menggelar peringatan Puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 pada Kamis (23/7/2026).

Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional, acara ini diikuti secara serentak oleh jajaran Pemerintah Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pulau Morotai guna memperkuat sinergi perlindungan generasi muda di wilayah perbatasan.

Peringatan HANI 2026 mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045”.

Hadir dalam kegiatan tersebut A. Waka Polres Pulau Morotai KOMPOL Jamaluddin, S. H. P Assiten I Sekda Kabupaten Pulau Morotai, Mauludin Wahab. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Drs. Fatahillah Syukur, M.Si yang mewakili Kasubbag Umum, Ibu. Rusni Hi. Buka Mansur, Danlanal Pulau Morotai diwakilkan oleh Pasiintel, Bapak Haris Danlanud Pulau Morotai diwakili oleh Kasi Gaktib Satpom Lanud Leo Wattimena Kapten Pom Tri Wibowo, Dandim 1514/MRT diwakilkan Dan Unit Intel Letda Inf Irwan, Rektor Unipas Pulau Morotai Bapak Irfan Hi. Abdul Rahman S.T., M. T, Kajari Pulau Morotai diwakili Jaksa Fungsional; Dandy Fadlurahman Arsya, S.H, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pulau Morotai diwakili Bapak Ali, serta Personil Res Narkoba Polres Pulau Morotai. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen penanganan ancaman narkotika melalui pendekatan “War on Drugs for Humanity” (Perang Melawan Narkoba demi Kemanusiaan).

Melalui sambungan Zoom, jajaran di daerah menyimak penyampaian Laporan Puncak HANI 2026 oleh Kepala BNN RI, yang memaparkan capaian strategis, pemetaan ancaman, hingga penindakan kejahatan narkotika skala nasional dan internasional.

Poin Utama Laporan Puncak HANI 2026 BNN RI

Ancaman Prevalensi dan Bonus Demografi
Angka Prevalensi, Berdasarkan hasil survei nasional, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika berada di level 2,11% atau setara dengan 4,15 juta jiwa.
Kerentanan Usia Muda, Peningkatan penyalahgunaan tertinggi tercatat pada kelompok remaja usia 15–24 tahun. Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi kesiapan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 serta efektivitas program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda.

Ancaman NPS dan Modus Operandi Liquid Vape

Penyebaran NPS: Secara global terdeteksi 1.452 jenis New Psychoactive Substances (NPS), di mana 178 jenis di antaranya telah masuk ke Indonesia.
Hasil Uji Laboratorium, terkait sampel liquid vape oleh BNN menemukan kandungan Kanabinoid Sintetis, Metamfetamina, dan Etomidate. Langkah Regulasi, BNN RI telah merekomendasikan pelarangan ketat produk vape/rokok elektrik dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI. Hal ini ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 yang resmi memasukkan Etomidate ke dalam Narkotika Golongan II.

Capaian Pemberantasan & Penindakan

Pada Oktober 2024 – Juli 2026 Sitaan Barang Bukti, Berhasil mengamankan lebih dari 12,3 ton barang bukti narkotika. Pencegahan Nilai Ekonomi & Kerugian demi Menghentikan peredaran gelap bernilai ekonomi lebih dari Rp 16,5 triliun serta menyita aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai lebih dari Rp 165 miliar.
Penyelamatan generasi terkait Akumulasi penindakan berhasil menyelamatkan lebih dari 48,3 juta jiwa generasi muda dari paparan narkoba.

Rincian Operasi Strategis

Operasi Kawasan Rawan: Dilaksanakan di 34 provinsi dengan mengamankan 1.259 tersangka, 126,32 kg sabu, 12,7 kg ganja, 1.428 butir ekstasi, uang tunai Rp 1,5 miliar, 64 senjata tajam, dan 19 pucuk senjata api.
Penangkapan Buronan Internasional: BNN menghentikan pelarangan buronan internasional Dewi Astutik alias Paryatin alias Mami di Sihanoukville, Kamboja, yang diduga menjadi aktor penyelundupan 2 ton sabu pada Mei 2025.

Clandestine Laboratory Bali: Pengungkapan laboratorium gelap di Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia dengan barang bukti 7,8 kg Mephedrone padatan, 2,6 kg prekursor, serta 219,7 kg cairan kimia.
Joint Operation Kontainer Gresik: Sinergi BNN, Bea Cukai, dan Polri di Gresik mengungkap penyelundupan 3,37 ton Cannabis Buds asal Thailand dalam 4 kontainer, menggagalkan potensi kerugian ekonomi hingga Rp 65,12 triliun dan menyelamatkan 22,74 juta jiwa.

Peluncuran Gerakan “ANANDA BERSINAR”

Dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, BNN merealisasikan Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).

Program ini menempatkan anak sebagai subjek utama perlindungan melalui penguatan karakter, daya tangkal, literasi bahaya narkotika, serta integrasi kurikulum bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, gerakan Saka Anti Narkotika, dan penguatan BNN Call Center 184 (layanan 24 jam). Pemberdayaan Masyarakat & Layanan Rehabilitasi

Alternative Development (GDAD): Program Grand Design Alternative Development di kawasan rawan seperti Gayo Lues, Aceh, berhasil merubah pola hidup masyarakat dari petani ganja ilegal menjadi petani kopi produktif.

BNN mengoperasikan 223 klinik rawat jalan dan 7 fasilitas rawat inap. Ekosistem ini diperkuat oleh 1.494 unit IPWL Kemenkes, 115 unit IPWL Kemensos, serta 1.437 unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

melalui momentum HANI 2026 ini, BNN Morotai bersama Forkopimda berkomitmen melanjutkan dan memperluas implementasi strategi P4GN di wilayah Kabupaten Pulau Morotai guna memastikan lingkungan perbatasan tetap aman dan terlindungi dari peredaran gelap narkotika.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses