
Kota Pekalongan, medianasional.id
Kegiatan seminar dan diskusi interaktif dengan mengambil tema peran dan fungsi bank Indonesia dalam meningkatkan literasi keuangan yang di prakarsai oleh Citra Institute Jakarta dengan dewan pengurus Dr Heriyono Tardjono.
Kegiatan seminar dan diskusi interaktif dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Prof Dr Hendrawan Supratikno anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Komisi XI dari Dapil X Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, Perwakilan dari Bank Indonesia Tegal yang di komandani Ukar Suwijana dan kawan – kawan serta para undangan dari pelaku usaha di wilayah Kabupaten Pekalongan. seminar berlangsung di Hotel Horison Kota Pekalongan, (19/1/2020).
Ukar Suwijana Perwakilan Bank Indonesia yang berkantor di Tegal dalam kesempatan tersebut akan membawakan materi kusus mengenai kelancaran sistim pembayaran. Dalam transaksi pembayaran ini tugas – tugas BI antara lain adalah bagaimana transaksi yang berjalan di masyarakat dapat berjalan dengan lancar, untuk memperlancar transaksi ini diantaranya adalah dengan menggunakan uang tunai.
“Bahwa Bank Indonesia adalah satu – satunya yang menerbitkan uang rupiah di Indonesia, Baik itu uang kertas maupun uang logam, ” Ungkap Ukar Suwijana.
Untuk kelancaran ini selain uang kertas dan logam juga, bagaimana memperlancar transaksi dengan nontunai. Terkait ciri – ciri keaslian uang rupiah nanti akan di beberkan kawan – kawan.
Lebih lanjut Ukar Suwijana menjelaskan, bahwa untuk transaksi non tunai sudah biasa mendengar transaksi non tunai yang mengeluarkan juga Bank Indonesia. Kode responsif standar Indonesia (Kris)
Intan Aulia dari Bank Indonesia yang berkantor di Tegal membeberkan perihal mengenai perbedaan Bank Indonesia dengan bank – bank umum lainnya, mengutip dari Charles GH tahun 1991 menerangkan bahwa bank sentral ini karena posisinya berada di tengah – tengah atau memiliki kekuatan sebagai bank pemerintah, jadi bank sentral ini merupakan banknya bank yakni bank yang menyediakan likuiditas ekstra saat bank umum mengalami kesulitan. Artinya bahwa ketika bank ini kesulitan likuiditas, bank Indonesia memberikan anggaran kepada bank melalui sistem pembayaran dan selanjutnya ketika bank itu kelebihan dana, bank Indonesia melakukan penyerapan dengan tujuan, agar warga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan uang.
Intan Aulia memberikan pertanyaan apa arti inflasi kepada peserta diskusi, dijawab oleh peserta naik turunnya mata uang, di perdagangan mata uang internasional maka dari itu antara harga di dalam dan di luar terjadi kesenjangan harga. Dan Intan memberikan contoh perihal inflasi bahwa dulu punya 100 ribu bisa membeli 20 kg beras, tapi sekarang hanya dapat 10 kg beras artinya ini terjadi inflasi, nilai uang yang kita miliki ini berkurang dari tahun sebelumnya. Dan kehadiran bank Indonesia untuk menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah agar tidak terjadi inflasi.
“Sesuai dengan UU No 23 1999 sebagai mana diubah terakhir di UU No 6 2006 Bank Indonesia berfungsi mengatur dan menjaga kelancaran sistim pembayaran, dan missi nya adalah turut mengembangkan ekonomi dan keuangan digital melalui penguatan kebijakan sistem pembayaran BI, dari sinergi kebijakan pemerintah serta mitra strategis lain, Di sinilah peran besar BI, ” Beber Intan Aulia.
Arif BI Tegal Bank Indonesia adalah Banknya Bank dan warga masyarakat tidak menuturkan, walaupun BI banknya bank namun demikian BI tidak membuka rekening tabungan ataupun pinjaman untuk warga masyarakat. Terkait dengan uang rupiah BI landasan hukumnya adalah UU No 23 1999 di ubah kusus mata uang di UU No 7 2011 di jelaskan tentang permasalahan mata uang.
“Biar uang kertas rupiah kita tidak cepat rusak dan bertahan lama, di jawab audien dengan jawaban uang rupiah agar tetap awet jangan di staples, jangan dilipat, diremas, di basahi, jangan di corat – coret, ” Beber Arif BI Tegal.
Berikut adalah ciri – ciri uang rupiah yang asli menurut Arif, Nampak benang pengaman (Security Thread) nampak seperti anyaman garis melintang dari atas kebawah, Tanda Air (Watermark) serta electrotype yakni pada uang kertas terdapat tanda air berupa gambar yang akan di terlihat apabila diterawangkan melalui cahaya, Cetakan yang merasa kasar manakala diraba, Micro text yakni tulisan yang berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar dan masih banyak ciri yang lainnya.
Reporter : Puji_L






