
TUBABA, Medianasional.id
Terindikasi gagal dalam Perencanaan dan Pengerjaan kontruksi fisik, Bangunan Beronjongan dan Gorong-gorong Tiyuh/Desa Mercu Buana, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat yang diduga tidak menggunakan Besi Cor bahkan belum dinikmati masyarakat sudah Ambruk berantakan akibat di terjang luapan Air hujan.
Pembangunan beronjongan dan gorong-gorong yang menelan anggaran Dana sebesar Rp 77,5 juta melalui Dana Desa (DD) Tahun 2019 lalu dikerjakan oleh Kepalo Tiyuh dan perangkatnya, Baru saja selesai dikerjakan kini terlihat Roboh hingga berantakan sehingga masyarakat mengangap bangunan tersebut Mubasir.
Dikatakan Roni kemisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tubaba dari Praksi partai Hanura, bahwa dirinya mengetahui kerusakan pembagunan beronjong dan gorong-gorong yang dibangun menggunakan DD Tahun 2019 tersebut dari masyarakat setempat.
” Saya di datangi warga saya, Dengan tujuan memberi tahukan bahwa pembangunan yang baru selesai dikerjakan oleh kepalo Tiyuh (Sarno) dan perangkatnya belum saja dinikmati masyarakat mamfaatnya sudah ambruk dan roboh,” Terang Roni saat dirinya melakukan peninjauan dilokasi pada Minggu (19/01/2020)
Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, lanjut Roni, dirinya langsung meninjau bersama masyarakat ke lokasi bangunan yang terletak di ,RT 004 RK 01, Tiyuh marcu buana guna memastikan informasi yang saya terima, dari hasil peninjauan di lokasi pembangunan beronjong tersebut ternyata benar sudah mengalami kerusakan material yang hanyut terbawa Air akibat di guyur Hujan, bebernya.
“ Sudah saya Duga kalau bangunan itu tidak akan bertahan lama bila diterpa hujan lebat, hal itu dikarenakan tidak menggunakan besi penyangga sehingga kekuatan bangunannya labil.hal itu terlihat dari Kwalitasnya yang kurang dan sangat disayangkan anggaran sebesar itu tidak sesuai dengan kualitas pembangunan.
” Disetiap bagunan tersebut tidak menggunakan Besi Cor, dipastikan tidak ada kekuatannya.Tiyuh hanya menempelkan semen dan batu, bahkan diduga adukan semenpun kurang sehingga bagunan tersebut tidak kokokh dan mengakibatkan roboh, Terang Roni.
Untuk itu, tambah Roni, dalam waktu dekat akan segera berkordinasi ke kominisi 1 untuk dapat menjadwalkan Jering sekaligus memanggil pihak Tiyuh marcu buana dan pendamping serta pihak inspektorat Kabupaten Tubaba selaku pemilik kewenagan bidan pengawas yang mana dalam Bidang pengawasan DD itu sudah tugas dan kewajiban inspektorat.
” kita menduga inspektorat Tubaba dan pendamping DD kurang peka dalam melakukan pengawasan DD itu sendiri sehingga penyerapan nya tidak sesuai apa yang kita harapkan,” sesalnya.
Sentara Sarno, kepalo Tiyuh marcu buana saat dihubungi melalui telpon cellulernya, membenarkan titik kerusakan bangunan beronjong dan gorong-gorong tersebut disebabkan diterpa derasnya luapan Air hujan “Ia mas, Bangunan beronjong tersebut sudah Ambruk dan roboh,”Terangnya saat dihubungi melalui telpon cellulernya.
Ditambahkannya, bahwa Bangunan tersebut bersumber dari Anggaran DD Tahun 2019 lalu dengan anggaran sebesar 77 juta dengan luas 8×12 meter dan saat inu kami lagi mau kordinasi dengan pihak inspektorat Tubaba terkait kerusakan pembangunan tersebut, singkatnya.(Hadi/Dian)






