Pembangunan Talud di Desa Karangasem Diduga Tidak Sesuai RAB dan Gunakan Material Kualitas Rendah

Pekalongan455 Dilihat

Kajen, medianasional.id – Persoalan pembangunan Talud di desa Karangasem Kecamatan Talun patut disoroti dengan anggaran Rp. 135.500.000, dengan Volume Talud P : 40 M. L:0.65 cm. T:4,5 M, Sumber Dana Desa tahap satu TA.2025.

Pasalnya pada saat awak media mencoba mengukur ketinggian talud hanya 2 meter yang seharusnya 4,5 meter dan pondasi 60 cm. Hal ini jelas tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertulis pada papan informasi, tentunya menuai pertanyaan publik.

Ketika awak media mendatangi Kades Karangasem Jaenal Abidin di kediamanya maupun di kantor Desa, untuk dikonfirmasi namun Jaenal Abidin selalu menghindar enggan bertemu media. Sehingga disinyalir realisasi pembangunan Talud di Dukuh Sikumbang kidul desa Karangasem diduga ada kejanggalan. Hal ini dikuatkan oleh keterangan pekerja yang enggan disebut namanya menyampaikan kedalaman pondasi talud hanya 60 cm.

Salah seorang warga berinisial R menyampaikan, bahwa pembangunan Talud juga menggunaan pasir lokal dengan kualitas rendah.

“Menurut Saya pasirnya tidak sesuai, soalnya apapun ceritanya pasir yang digunakan pasir halus saya rasa bukan semestinya menggunakan pasir jenis tersebut karena kualitasnya sangatlah rendah,”ungkapnya. Selasa (22/04).

“Untuk pembangunan misalnya rumah pribadi saja, yang menggunakan uang sendiri, Saya yakin tidak ada yang mau menggunakan pasir itu, apalagi ini uang negara kok bisanya menggunakan pasir tersebut untuk bangunan. Ini kan perlu dipertanyakan ke TPK, maupun pihak desa. Maksud dan tujuannya apa menggunakan pasir yang tidak layak,” bebernya.

“Seandainya mau mencari keuntungan ya jangan kelewatan dengan menggunakan pasir berkualitas rendah, seandainya mau dicampur bisa menggunakan pasir kasar dan pasir kali yang kualitas teruji dan umum digunakan masyarakat, jadi sepadan dengan anggarannya, karena ini uang negara, semestinya hasil bangunannya lebih kokoh dan kuat, serta tahan lama,” terangnya.

“Inikan tidak pantas, justru akan cepat rusak, tentu sangat disayangkan, semestinya uang negara ya digunakan untuk membangun dengan mengedepankan kualitas yang utama,” ungkapnya.

Lebih lanjut R menambahkan, “yang menyuplai pasirpun pak Sekdes Mesoyi, seharusnya pasirnya harus betul betul yang berkualitas, jangan seperti ini, kan tidak salah kalau Saya selaku warga menduga para pihak diantaranya TPK dan pak kades yang dikejar hanya keuntungan bukan kualitas,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kades Jaenal Abidin belum bisa ditemui awak media.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses