Purbalingga, medianasional.id – Warga di sejumlah wilayah, khususnya di sekitar Purbalingga, Purwokerto, dan Banyumas, mengeluhkan kesulitan mengisi bahan bakar saat dan setelah hujan turun. Banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang memilih berhenti beroperasi atau menutup layanan dengan alasan keamanan.
Keluhan muncul karena penghentian operasional sering terjadi begitu hujan baru turun dengan intensitas sedang. Hal ini menyebabkan antrean kendaraan atau konsumen yang bingung mencari SPBU lain yang masih buka. Banyak pengendara melaporkan harus mutar-mutar ke beberapa SPBU hanya untuk menemukan bahwa layanan sedang dihentikan.
Menurut informasi dari beberapa karyawan SPBU di lapangan, penutupan tersebut dilakukan karena alasan keselamatan. Kekhawatiran utama adalah risiko konsleting listrik atau kebakaran yang dikaitkan dengan sistem kelistrikan pompa bensin saat ada hujan disertai petir. Beberapa SPBU disebutkan pernah mengalami kerusakan sistem akibat sambaran petir yang perbaikannya memakan waktu lama.
Namun, alasan keamanan ini tidak sepenuhnya dipahami dan diterima oleh sebagian konsumen. Beberapa pelanggan mempertanyakan mengapa tidak ada sistem manual atau prosedur darurat yang dapat dijalankan untuk melayani masyarakat di saat-saat genting. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina diharapkan dapat memberikan solusi yang tidak mengorbankan kepentingan dan kenyamanan konsumen, terutama dalam kondisi cuaca yang sering hujan.
Alasannya, sistem operasional modern di SPBU kini banyak menggunakan sinyal dan perangkat elektronik yang rentan terhadap gangguan petir. Untuk sementara, layanan di-off-kan hingga cuaca benar-benar normal kembali.
Fenomena serupa dilaporkan terjadi di beberapa lokasi. Di Kalimanah, misalnya, sebuah SPBU langsung menghentikan operasi begitu terdengar guntur, padahal saat itu sudah ada antrean kendaraan. Di wilayah Pejagan, penghentian operasi bahkan membuat konsumen harus menunggu sangat lama tanpa kepastian.
Keluhan ini menyoroti perlunya standard operating procedure (SOP) yang lebih jelas dan komunikasi yang lebih baik kepada publik mengenai penanganan operasional SPBU dalam kondisi cuaca buruk. Diharapkan ada solusi yang seimbang antara aspek keselamatan dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.(Waris)

