Panwaslu Tulungagung Dinilai Kurang Netral 

Tulungagung413 Dilihat
Oknum petugas Panwaslu mengusir mobil Damkar Pada hari Kamis 21 Juni 2018 di halaman Gor lembu peteng Tulungagung dalam acara Kampanye akbar Pasangan Calon Bupati Nomor urut 2 SAHTO (Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo).

Tulungagung, medianasional.id – Dalam Acara kupatan massal di kelurahan Tretek kecamatan Tulungagung kabupaten Tulungagung, yang rencananya akan dihadiri oleh Paslon Bupati Tulungagung nomor Urut 2 Sahto, hari Sabtu (23 Juni 2018) sore.

Ketua panitia acara warga kelurahan tretek,, Parto mengaku pada wartawan dirinya sudah susah payah merencanakan untuk mengadakan kupatan massal dan juga bisa dihadiri oleh calon Wakil Bupati Tulungagung Maryoto Birowo untuk halal bihalal bersama dan bisa makan ketupat bersama dengan diiringi musik Electone.

Parto saat itu juga telah memasang Banner Cabup Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo (Sahto) di panggung dan di jalan dengan terbentang. Dengan berbagai prosedur Parto mengaku sudah lakukan seperti dari izin keramaian di polsek untuk menutup jalan, izin di posko senter kemenangan Team kampanye Sahto yang juga sudah ditembuskan ke Polres dan di stempel oleh Bawaslu Kabupaten, ungkapnya.

Parto juga menambahkan, dengan dimulainya acara tersebut tiba – tiba datang Panwaslu yang memanggilnya untuk disuruh mencopot banner yang ada di panggung dan yang terbentang di atas jalan dengan dalih karena belum ada izin yang masuk. Sempat terjadi adu mulut antara pawaslu dan ketua panitia di saat panwaslu menanyakan bukti surat izinnya.

“Saya sudah izin resmi kok, bukti izin saya masih di bawa temen saya. Tapi panwaslu tetap memaksa untuk melepas banner paslon. Dengan berat hati dan merasa kecewa saya akhirnya melepas banner paslon”, ucap Parto dengan rasa kecewa.

Panwas Kecamatan, Gatot saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, “Benar itu saya yang suruh copot banner yang ada gambar paslon, karena belum ada laporan untuk izin kampanye ke kantor bawaslu Tulungagung”, katanya dengan nyantai.

Selang beberapa saat kemudian teman Parto mengirim foto surat izin kampanye yang sudah distempel oleh Bawaslu kabupaten Tulungagung dan langsung ditunjukkan ke panwaslu yang ada di lapangan bernama Gatot, yang akhirnya kampanye boleh dilanjutkan lagi walau sudah terhambat sesaat.

Di lokasi yang berbeda, Pada hari Kamis 21 Juni 2018 di halaman Gor lembu peteng Tulungagung dalam acara Kampanye akbar Pasangan Calon Bupati Nomor urut 2 SAHTO (Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo) ada mobil Damkar Standby, tapi tidak lama kemudian diusir oleh oknum petugas panwaslu, Mobil Damkar yang ada di tengah – tengah kerumunan massa kampanye sahto itu akhirnya meninggalkan lokasi kampanye yang sedang berlangsung.

Salah satu petugas pemadam kebakaran berinisial (an) mengaku kepada wartawan, dia merasa kecewa atas ulah oknum yang mengusir mobil damkar yang dibawanya di lokasi kampanye, “dengan dalih itu mobil dinas dan fasilitas pemerintah, yang akhirnya saya meninggalkan halaman gor sebelum acara usai”, ungkapnya.

Di tempat yang sama di halaman gor lembu peteng tulungagung, pada hari sabtu tanggal 23 Juni 2018, acara kampanye akbar yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1 Mardeko Margiono dan Eko Presdianto, dalam pantauan wartawan medianasional.id, juga ada fasilitasi mobil Damkar yang ready di lokasi kampanye di Gor lembu peteng sampai acara selesai.

Dengan banyaknya kejadian – kejadian seperti itu, ada indikasi oknum petugas yang tidak netral untuk melakukan tugasnya. Dan kemungkinan bisa juga karena kurangnya kumunikasi atau koordinasi antara panwaslu yang ada di lapangan dengan yang ada di kantor.

Keterangan: Acara kampanye akbar yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1 Mardeko Margiono dan Eko Presdianto menggunakan mobil Damkar (23/06/2018)

Reporter : Arsoni

Editor : Dian F

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses