Bandung, Medianasional.id – Pelaksanaan kegiatan keproyekan di bidang Guru Tenaga Kependididkan ( GTK) Dinas Pendidikan Jawa Barat mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Betapa tidak, pihak pengelola proyek diduga telah meng “ijon” kan berbagai kegiatan yang dikelolanya pada pengusaha tertentu.
Guna mendapat informasi yang berimbang Medianasional.id melayangkan surat konfirmasi pada Kabid GTK Awan Suparwana. Namun sampai berita ini dilansir belum mendapat klarifikasi dari yang bersangkutan.
Sebagaimana informasi yang diterima Medianasional.id proyek di bidang GTK dikuasai oleh para pengusaha yang berani menggelontorkan uang terlebih dahulu kepada pihak pemegang kegiatan atau meng “ijon” terlebih dahulu.
“Informasi ini sudah bukan rahasia lagi,” ujar sumber yang namanya minta dirahasiakan.
Dirinya pernah melihat pengusaha tersebut dengan staf proyek yang pada saat itu membawa kertas jadwal kegiatan di salah satu ruangan, tanpa sengaja dirinya melihat beberapa jadwal kegiatan yang telah ditandai oleh oknum pengusaha dan staf proyek tersebut.
Sementara kepala perwakilan Jabar LSM KPH – RI Asmadi mengatakan informasi terkait ijon kegiatan di Dinas Pendidikan Jabar khususnya di bidang GTK akhir – akhir ini semakin santer, dan hal ini akan menjadi preseden buruk buat dinas pendidikan, karena telah terjadi monopoli serta berpotensi bocornya keuangan negara, seperti untuk kegiatan workshop jabatan fungsional guru dan pengawas sekolah periode Juni 2022. Yang dilaksanakan di Grand sunshine resort dan convention Soreang Kab. Bandung Jabar, Pada tanggal 8 Juni sampai 15 Juni 2022.
“Selain itu kami mendapat informasi seputar permasalahan seleksi calon kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB inipun berdasarkan informasi yang kami terima diduga menjadi lahan empuk oknum-oknum pemangku kebijakan mencari keuntungan pribadi. Oleh karena itu kami siap memfasilitasi bila mana ada temuan terhadap penyimpangan kegiatan ke pihak aparat penegak hukum,” pungkas nya.






