Tangerang Selatan, MEDIANASIONAL.ID – Bagi Sulamto, menjadi gembala sidang bukan sekadar memimpin ibadah atau berkhotbah dari mimbar gereja. Lebih dari itu, ia meyakini setiap karunia yang diberikan Tuhan harus dipakai untuk melayani dan menolong sesama.
Pendeta Muda (Pdm) Sulamto, Gembala Sidang GBI Cipadu, Ciledug, Tangerang Selatan, memiliki kerinduan sederhana namun mendalam: hidup kudus di hadapan Tuhan dan menjadi saksi Kristus hingga ke ujung bumi sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:8.
Ayat tersebut menjadi pegangan hidup sekaligus arah pelayanannya selama bertahun-tahun menggembalakan jemaat. Baginya, pelayanan bukan soal jabatan atau penghormatan, melainkan bentuk ketaatan kepada panggilan Tuhan.
“Visi saya adalah hidup kudus dan menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi,” ujar Sulamto.
Dalam menjalankan pelayanan, ia berpegang pada firman Tuhan dalam Kolose 3:23 yang mengajarkan agar setiap pekerjaan dilakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Prinsip itulah yang mendorong dirinya untuk melayani dengan tulus, tanpa membedakan latar belakang orang yang datang meminta bantuan, dukungan doa, maupun penguatan rohani.
Pelayanan tanpa sekat membantu sesama mahluk Tuhan Yang Kudus.
Menurut Sulamto, setiap karunia yang Tuhan percayakan kepadanya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.
“Karunia yang Tuhan Yesus berikan kepada saya ingin saya pakai hanya untuk kemuliaan Tuhan. Saya ingin melayani sepenuh hati seperti untuk Tuhan,” katanya.
Dalam pelayanannya, Sulamto dikenal aktif mendoakan dan mendampingi mereka yang sedang menghadapi berbagai pergumulan hidup. Ia percaya bahwa kasih, doa, dan kepedulian dapat menjadi sumber penguatan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Karena itu, ia berharap kesempatan yang masih diberikan Tuhan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk menolong sesama tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang sosial.
“Saya ingin apa yang Tuhan berikan kepada saya dapat dipakai untuk menolong setiap orang. Selagi masih ada kesempatan, saya ingin menjadi berkat bagi siapa saja yang membutuhkan,” ungkapnya.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, pesan yang dibawa Sulamto terbilang sederhana: melayani dengan kasih dan mengutamakan kemanusiaan. Baginya, kehadiran gereja bukan hanya untuk melayani jemaat di dalam gedung ibadah, tetapi juga menjadi saluran kasih Tuhan bagi masyarakat luas.
Melalui pelayanan di GBI Cipadu, ia berharap semakin banyak orang menemukan pengharapan, penguatan, serta damai sejahtera dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Bagi Sulamto, karunia bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan. Sebaliknya, karunia adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan cara melayani sesama dan memuliakan Tuhan.
“Selama Tuhan masih memberi kesempatan, saya ingin terus melayani dan menjadi berkat bagi banyak orang,” tutupnya.






