M Djidin, Bunga : Hiasan Dunia

Artikel, Maluku Utara3875 Dilihat
M. Djidin

Apa saja yang ada di sekitar kita dapat menjadi bahan renungan yang menginspirasi dan memotivasi dalam berpikir, berbuat, dan bertindak. Ini bisa terjadi jika seseorang meluangkan waktunya fokus sejenak untuk menyadari, melihat, memperhatikan, dan berusaha memahami wujud suatu obyek dari sisinya yang tersurat dan yang tersirat. Kita sebut bunga (kembang) misalnya. Apa itu bunga, dari mana bunga itu, pelajaran apa yang dapat diambil dari bunga, adakah bunga disinggung dalam al-Qur’an dan kalau ada pesan apa yang ingin disampaikan.

Saya yakin semua orang dewasa senang melihat bunga terutama kaum ibu menilai bahwa bunga itu indah. Keindahan bunga bisa menenangkan hati, perasaan, bahkan dapat membahagiakan yaitu kebahagiaan estetika (aesthetic happiness) artinya, bahagia melihat yang indah. Kebahagiaan itu adalah dambaan. Karena itu manusia dalam hidupnya selalu berusaha ingin melihat, mewujudkan yang indah-indah. Membangun rumah yang indah, menata ruang kerja, ruang belajar, kamar tamu, kamar tidur, dapur semua indah. Termasuk halaman rumah didisain dengan taman bunga yang indah.

Dalam perspektif Islam, bunga adalah ciptaan Allah. Bunga adalah salah satu kebesaran Allah swt, bukti kemahakuasaa-Nya. Allah menciptakan bunga tentusaja ada hikmahnya. Manusia bisa belajar tentang kehidupan dari bunga. Bunga menebarkan keharuman. Ia dihinggapi lebah dan kupu-kupu. Di sisi lain, pelajaran yang dapat diambil dari bunga adalah kesementaraan. Tanaman bunga krokot (portulaka) misanya. Bunganya bersifat sementara seperti bunga-bunga lainnya. Bunga ini biasa disebut bunga pukul sembilan karena kebiasaannya mulai mekar pada jam sembilan pagi. Ia mekar selama beberapa jam kemudian tertutup dan layu di sore hari. Warna bunganya bervariasi ada merah, putih, orange, dan kuning.

Kata bunga dalam al-Qur’an disebut dengan kata wardah (وردة).
QS. Tha ha ayat 131 :

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Terjemahan :
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Ayat tersebut berupa peringatan kepada ummat nabi Muhammad saw agar tidak dibutakan oleh kenikmatan-kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Kata bunga atau zahrah (زهرة) pada ayat tersebut yang digandengkan dengan kata الحياة الدنيا (kehidupan dunia) dimaknai oleh sebahagian ulama dengan hiasan dunia (زينة الحياة الدنيا). Ada juga yang memaknai dengan keberkahan di bumi (بركات الأرض). Hiasan dunia atau keberkahan di bumi dapat diartikan dengan kenikmatan, karunia Allah swt yang diberikan kepada hamba-Nya berupa harta, jabatan, kecantikan, anak, dan lainnya. Kenikmatan itu tidak kekal bersifat sementara sama dengan bunga. Sedang kenikmatan akhirat adalah kenikmatan yang kekal dan abadi.

Dari apa yang dikemukakan mungkin kita dapat berkata bahwa bunga yang ada di dekat kita yang dapat kita lihat setiap hari telah mengedukasi banyak hal : 1) Bunga yang indah menebarkan keharuman dan dihinggapi lebah dan kupu-kupu. Seorang muslim sebaiknya bersifat bunga yang selalu berbagi kebaikan memberi manfaat kepada orang lain. Orang yang baik senantiasa dibutuhkan dan selalu berbagi kepada sesama baik dalam bentuk harta, pikiran, ilmu, tenaga, dan lainnya yang bermanfaat. 2). Bunga yang bersifat sementara mengajarkan agar setiap muslim tidak lalai mengingat Allah karena limpahan karunia dari Allah. Harta, jabatan, kemapanan bersifat sementara. Manusia banyak menghabiskan usianya untuk meraih harapannya. Seseorang berhasil menjadi pengusaha sukses setelah jatuh bangun dan berbagai tantangan yang dilewati. Seorang dosen berusaha bertahun-tahun bahkan menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk meraih gelar Dr. Seorang pegawai telah melewati berbagai kesulitan, perjuangan sampai menjadi pejabat. Semua pencapaian itu, harta, gelar, dan jabatan bersifat sementara. Oleh karena itu mungkin cara yang tepat dapat dilakukan adalah berusaha meraih kenikmatan yang kekal abadi yaitu kenikmatan di akhirat. QS. Albaqarah
ayat 25 :

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Terjemahan :
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

Semoga bermanfaat.

‎آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب

Ternate, Senin, 13 Juli 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses