Tangerang, Medianasional.id — Pembangunan rabat beton di Kampung Ki Buyut Jabar, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menuai kritik dari LSM-PERAKI. Proyek yang baru rampung dua pekan itu sudah menunjukkan kerusakan. Hasil pantauan lapangan pada Kamis (30/04) memperlihatkan sejumlah titik beton mengalami retakan dan struktur terlihat rapuh.
Kerusakan dini ini menimbulkan dugaan pengerjaan tidak sesuai spesifikasi. Mutu beton disebut tidak memenuhi standar sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ketua DPW LSM-PERAKI Kabupaten Tangerang, Wadi, menilai lemahnya pengawasan dari pihak kecamatan menjadi salah satu faktor penyebab. Ia juga menyoroti penggunaan material yang diduga tidak sesuai bestek sehingga memperburuk kualitas jalan.
Wadi mendesak pihak Kecamatan Kresek segera melakukan peninjauan ulang dan audit internal. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjamin akuntabilitas, mencegah kerugian negara, serta memastikan kualitas pembangunan infrastruktur yang transparan. “Jika tidak ada respon, kami akan melayangkan surat resmi ke Dinas Inspektorat,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Camat Kresek Eka Fathussidki, S.STP., menyatakan akan segera melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Hal tersebut disampaikan usai menghadiri reses anggota DPRD Fraksi Golkar di GOR Mini Kecamatan Kresek.






