Krisis Air Meluas di 24 Kecamatan, Pemkab Banyumas Gelar Salat Istisqa di Alun-Alun Purwokerto

Purwokerto167 Dilihat
PURWOKERTO, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar salat istisqa massal di Alun-Alun Purwokerto pada Senin (12/10/2026). Langkah spiritual ini diambil menyusul kemarau panjang ekstrem yang memicu krisis air bersih di 91 desa/kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan sewilayah Banyumas.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas per 12 Oktober 2026, bencana kekeringan ini telah berdampak pada 22.366 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 76.155 jiwa.
.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan bahwa selain mengoptimalkan distribusi bantuan air bersih setiap hari, pemerintah daerah juga mengetuk pintu langit sebagai bentuk ikhtiar batin. Ratusan warga dari berbagai elemen tampak khusyuk memadati alun-alun untuk memohon kelancaran rahmat hujan.
.
“Kondisi kekeringan ini telah menjadi prihatin kita bersama karena air adalah urat nadi kehidupan masyarakat, baik untuk konsumsi harian maupun sektor pertanian. Melalui salat istisqa ini, kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, sekaligus berdoa agar hujan yang membawa berkah segera turun,” ujar Sadewo dalam keterangannya.
.
Sadewo juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ulama, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat yang hadir dan bersinergi dalam menghadapi bencana musiman ini.
.
Dampak nyata kemarau ini memantik simpati meluas dari warga yang wilayahnya belum terdampak langsung. Nur Hidayah, warga Kelurahan Tanjung, Purwokerto, mengaku tergerak mengikuti salat berjamaah tersebut karena merasa prihatin melihat penderitaan warga di wilayah lain.
Ia juga menyentil masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat urban dalam menghemat air, di kala warga pelosok harus bertaruh tenaga demi mendapatkan air bersih.
.
“Di saat sebagian orang masih boros dan membuang-buang air, ternyata banyak saudara kita di desa lain yang harus berjalan puluhan kilometer atau bergantung penuh pada droping bantuan air bersih demi bertahan hidup,” ungkap Nur.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses