Tegal, medianasional.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tegal menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ketua Umum DPP PPP, H. Muhammad Mardiono, dalam menindaklanjuti hasil evaluasi kepengurusan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III.
DPC PPP Kabupaten Tegal menegaskan, restrukturisasi terhadap Agus Suparmanto dan Taj Yasin Maimoen merupakan bagian dari mandat konstitusi organisasi yang didasarkan pada aspirasi dan keputusan kolektif jajaran pimpinan wilayah PPP se-Indonesia.
Ketua DPC PPP Kabupaten Tegal, H. Maftukhi, mengatakan langkah yang diambil Muhammad Mardiono tidak bisa dipandang sebagai keputusan sepihak atau kepentingan pribadi ketua umum. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan melalui forum resmi partai.
“Jangan membalik logika organisasi. Apa yang diputuskan Pak Mardiono di Rakornas III bukan inisiatif personal, melainkan manifestasi langsung dari kedaulatan wilayah. Seluruh pimpinan DPW se-Indonesia bersuara bulat meminta DPP segera menertibkan jajaran pengurus yang tidak aktif dan berpotensi merongrong soliditas. Justru jika Pak Mardiono berdiam diri, beliau mengabaikan mandat tertinggi organisasi,” tegas Maftukhi di Slawi, Kabupaten Tegal.
Ia menilai, jabatan strategis di lingkungan DPP PPP, seperti Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, membutuhkan komitmen, loyalitas, serta tanggung jawab penuh terhadap organisasi. Kehadiran dan partisipasi aktif dalam setiap agenda partai juga menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas kepengurusan.
Menurut Maftukhi, dinamika kepengurusan belakangan ini, termasuk persoalan ketidakhadiran dalam forum Mukernas serta sejumlah langkah yang dinilai tidak sejalan dengan kebijakan partai, telah memberikan dampak terhadap proses konsolidasi di tingkat akar rumput.
Sebagai pimpinan partai di Kabupaten Tegal yang memiliki basis kultural dan santri, Maftukhi mengingatkan bahwa kader di tingkat bawah telah mencurahkan tenaga, waktu, dan pikiran untuk menjaga kehormatan serta eksistensi PPP.
“Di tingkat cabang, kami berjibaku menjaga kehormatan partai dan merawat amanat para kiai. Sangat tidak adil jika di tingkat pusat ada pengurus yang membiarkan organisasi berjalan tanpa komando yang tertib. Restrukturisasi ini bukan soal suka atau tidak suka pada sosok tertentu, melainkan evaluasi objektif atas kepatutan etik dan kinerja. Struktur partai butuh lokomotif yang bergerak cepat, bukan yang memarkir gerbong,” ujarnya.
Lebih lanjut, DPC PPP Kabupaten Tegal mengajak seluruh kader PPP di Jawa Tengah, khususnya wilayah eks-Karesidenan Pekalongan, untuk menjaga soliditas dan mendukung kepemimpinan Muhammad Mardiono.
Maftukhi juga menegaskan bahwa kepemimpinan Mardiono didasarkan pada legitimasi organisasi dan administrasi partai, termasuk SK Kementerian Hukum RI.
Menurutnya, energi seluruh kader saat ini harus diarahkan pada agenda strategis partai, mulai dari persiapan verifikasi faktual, penguatan konsolidasi organisasi, hingga penataan kaderisasi di tingkat ranting dan anak ranting.
“Rakornas III telah menjadi titik tolak kepatuhan terhadap hierarki partai. Kami di Kabupaten Tegal satu barisan bersama DPP di bawah komando Pak Mardiono. Suara wilayah telah dieksekusi secara terhormat. Sekarang saatnya berhenti berpolemik di ruang publik dan kembali turun ke basis umat untuk membangkitkan kejayaan PPP,” pungkasnya.
Dukungan DPC PPP Kabupaten Tegal tersebut diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus mendorong seluruh kader kembali fokus menjalankan kerja-kerja organisasi dan memperkuat basis dukungan masyarakat.





