Kejar Swasembada Daging, Presiden Prabowo Siapkan Opsi Kloning Sapi

Jakarta1333 Dilihat
JAKARTA, medianasional.id – Pemerintah terus mematangkan langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional di segala sektor. Dalam upaya mengejar ketahanan di sektor peternakan, Presiden Prabowo Subianto mewacanakan pemanfaatan teknologi kloning sapi guna mengakselerasi lonjakan populasi ternak dan memacu target swasembada daging.
.
Rencana pemanfaatan inovasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
.
“Kita perlu sapi yang banyak. Dengan teknologi kloning, kita bisa memperbanyak populasi ternak kita,” ujar Presiden Prabowo.
.
Hingga pertengahan tahun 2026, Indonesia mencatatkan rapor positif dengan mengamankan status swasembada pada delapan komoditas pangan utama yang diakui secara global. Komoditas tersebut mencakup beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
.
Secara khusus, Presiden menyoroti realisasi swasembada beras yang berhasil dicapai hanya dalam kurun waktu satu tahun pemerintahan, melesat signfikan dari target awal yang dicanangkan selama empat tahun. Lompatan performa ini didorong oleh reformasi birokrasi masif di sektor agroinput, di mana pemerintah memangkas 145 regulasi penyaluran pupuk. Langkah taktis ini tidak hanya berhasil menekan harga pupuk hingga 20% lebih hemat bagi petani, tetapi juga menjamin pasokan volume yang melimpah di lapangan.
.
“Untuk pertama kali dalam sejarah RI, harga pupuk turun dan pada saat yang sama pasokan volume ketersediaan pupuk digenjot untuk rakyat justru bertambah,” tegasnya.
.
Kendati pasokan pangan makro dalam negeri dinilai aman di tengah ancaman krisis pangan global, Presiden Prabowo mengakui pemenuhan komoditas daging sapi dan bawang putih masih menghadapi tantangan pemenuhan domestik.
.
Pemerintah memproyeksikan target swasembada daging dapat terealisasi sepenuhnya dalam kurun waktu 5 hingga 6 tahun ke depan, di mana adopsi teknologi reproduksi buatan seperti kloning akan menjadi salah satu pilar penopang utamanya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses