Kanker Ganas !! Warga Arah Tiga “Meradang” Diduga Ditolak Dirawat Rumah Sakit

Beginilah Keadaan Penderita Korban Kanker Panyudara Terbaring Tak Berdaya

Penulis   : Rismaidi

Sabtu 9 Maret 2019

Mukomuko, medianasional.id – Lantaran terkena serangan Kanker panyudara ganas (Kepagas), membuat salah satu warga Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang (Lupi), Kabupaten Mukomuko bernama Ramatiah (56), seakan ia tak sanggup lagi menanggung penderitaannya. Dia hanya pasrah di tempat tidur, yang jauh dari kata layak dan steril dari berbagai kuman penyakit. Dan mengaku tiap malam datang tak bisa tidur, karena sakit yang tak terkira ditanggungnya. Parahnya lagi penyakit Medis yang dideritanya, pecah atau meletus sehingga benanah serta mengeluarkan aroma yang tak sedap. Perihal itu membuat dirinya “meradang, selama 3 Tahun lebih. Ditambah lagi, sanak saudar serta kerabat dekatnya, diduga tak mau peduli terhadap penyakit mematikan yang ditanggungnya.

Menurut anak kandung korban, Isel (27), mengatakan yang paling memilukan dirinya, kerabat dekat ibunya sekalipun tak mau peduli, jangankan membantu dalam bentuk biaya pengobatan, menjengukpun boleh dikatakan ogah-ogahan dan tidak pernah. Mirinya lagi, kecukupan buat keperluan makan sehari-hari ibu kandung Isel itupun terkadang enggak ada. Dikisahkan Isel, ibunya itu, sebelum terkena serangan Kanker, mencari nafkah sekedar untuk makan sehari-sehari, biasa minta-minta di pasar yang tak jauh keberadaannya dengan tempat tinggalanya. Namun setelah diserang penyakit tersebut, keadaan keluarganya ditengah deraan krisis ekonomi, apalagi ayah Isel telah lama meningal dunia.

“Sebelum sakit ibu saya ini, biasa minta-minta  di pasar, mengharapkan belas kasihan orang. Itu mulai semenjak ayah saya tiada (telah meninggal dunia, red). Sehari kadang-kadang dapat uang sekitar Rp 50.000, terkadang tidak dapat sama sekali. Kami tak punya apa-apa, lagi pula sanak saudara kamipun enggan menghiraukan keadaan yang kami alami.” Ungkap Isel, seakan menahan air matanya berbahasa setempat.

Tampak Anak Korban, Merasa Prihatin Melihat Kondisi Yang Menimpa Ibundany                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Katanya lagi, belum lama ini orang tuanya itu pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko. Setelah mendapat rujukan ke salah satu RS di Kota Padang, tetapi malang tak bisa dihindari, pihak RS Padang itu diduga menolak untuk melakukan perawatan. Karena kata Isel, “Kata pihak rumah sakit itu seakan menolak melakukan perawatan. Dangan alasan, katanya surat rujukan harus dari bagian Poli. Harapan saya kepada pemerintah, agar dapat membantu meringankan penderitaan kami, itu saja,” ungkap Isel, di kediaman ibundanya, Sabtu (9/3).

Terpisah dihubungi via ponsel, Kepala Desa (Kades) Arah Tiga, Marius, membenarkan keadaan penyakit yang menggerogoti warga desanya tersebut. Menurutnya, kalau upaya dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, boleh dikatakan telah berusaha agar dalam upaya meringankan penderitaan dialami korban. Yang menjadi persoalan itu lanjut Marius, korban sendiri sepertinya tak mau lagi berobat untuk kesembuhannya. Katanya,”Usaha yang dilakukan oleh pemeritah daerah saya rasa telah dilakukan, sebagaimana mestinya. Dan ia (korban, red) itu sendiri sepertinya enggan berobat. Memang yang bersangkutan baru saja kembali dari berobata di Padang informasinya, ujar Marius.

Dikatakan Marius, kalau dari usaha serta niat baik Pemkab Mukomuko, dirasakan sudah cukup. Yang menjadi persoalan itu, adalah kurang respon dari pihak keluarga yang bersangkautan itu sendiri. Dimana disinyalir kerabat Ramatiah itu, seakan tidak mau terus direpotkan.

“Kalau korban dibawa ke rumah sakit, tentu akan ada keluarga yang menjamin, segala macam keperluar yang dibutuhkan serta akomodasinya. Saya sebagai Kades, melihat upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah patut disyukuri. Alhamdulillah meskipun belum maksimal, artinya telah ada niatan baik, yang menjadi persoalan itu, adalah dari pihak kerabat dekat yang bersangkutan sendiri. Seakan-akan terkesan cuek dan tak mau peduli terhadap kondisi korban tersebut,” demiakian Marius, dengan paparan menggunakan bahasa setempat.(editor : Aris, Ras)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses