KOTA PEKALONGAN, medianasional.Id.
Upaya nyata dalam menyediakan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 317 unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni mendapatkan kucuran dana segar untuk perbaikan. Ratusan penerima manfaat ini dipilih secara selektif setelah melalui proses pemeriksaan dan pencocokan data dari total 2.500 permohonan yang masuk ke pemerintah daerah. Acara penyerahan bantuan dipusatkan di Ruang Buketan Gedung Setda Kota Pekalongan pada Rabu (9/9/2026).
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan kabar baik mengenai kenaikan nilai bantuan. Jika sebelumnya setiap rumah hanya menerima Rp10 juta, kini jumlahnya melonjak menjadi Rp15 juta.
“Alhamdulillah, penerima manfaat sekarang nilainya sudah kita tingkatkan dari Rp10 juta menjadi Rp15 juta,” kata pria yang akrab disapa Aaf tersebut.
Bukan hanya menyuntikkan tambahan modal, Aaf juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyederhanakan prosedur pengajuan bantuan. Langkah ini diambil agar masyarakat tidak terhambat oleh urusan administrasi yang berbelit-belit dan bisa langsung memulai renovasi rumah mereka.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi, memaparkan bahwa program sukses ini terwujud berkat kerja sama multisektor. Program ini menggandeng pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, APBD kota, hingga pihak swasta dan lembaga sosial.
“Kami berkolaborasi dari semua pihak. Mulai dari kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta didukung oleh CSR Bank Jateng dan Baznas Jawa Tengah,” jelas Slamet.
Slamet merinci uang bantuan sebesar Rp15 juta tersebut akan dibagi menjadi dua peruntukan, yaitu Rp12,75 juta khusus untuk belanja material bangunan dan Rp2,25 juta untuk ongkos pekerja. Agar hasilnya maksimal dan tepat sasaran, masyarakat penerima bantuan akan dikawal langsung oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) serta para ahli sampai renovasi rampung sepenuhnya.






