Raja Ampat, medianasional.id – Sistem pembuangan limbah rumah sakit melibatkan beberapa tahap, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pembuangan akhir. Limbah rumah sakit dikategorikan menjadi limbah medis (infeksius, benda tajam, patologis, farmasi, kimia, dan radioaktif) dan non-medis (domestik). Pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan.
Untuk itu, Direktur RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kabupaten Raja Ampat, Meidi Maspitela saat dikonfirmasi mengaku bahwa dirinya tak memiliki data yang dimaksud.
Namun, Meidi Masaitela mengaku bahwa dirinya mengetahui adanya pembangunan infrastruktur IPAL RSUD Raja Ampat tahun 2014 dan 2019.Namun dirinya mengaku tak memegang RAB, dokumennya.
“Saya masuk di RSUD 2021 di bulan Juni berjalannya waktu saya cek IPAL yang lama generator IPAL semua tidak ada yang jalan. Generator sudah tidak layak, asapnya sudah menghitam.Akhirnya saya beli alat seratus dua puluh enam juta, dan saya bisa hidupkan Generator IPAL,” ungkap Meidi.
Ia menyebut, bahwa pembangunan infrastruktur IPAL RSUD 2019 jumlah anggarannya, Rp.1,9 Miliyar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun diketahuinya tak berjalan sebagaimana mestinya alias tak berfungsi.
“IPAL 2019 setiap pipa yang mengalir saya tanya dan cek saya masuk kan di 2021. Air itu semua coklat, semua peralatan berkarat,” ungkap Meidi.
Sehingga di 2021, Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi Maspaitela berinisiatif membagun sistem IPAL dengan menggali septic tank untuk IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) rumah sakit.
“Pembangunan IPAL 2014 RSUD saat itu Direkturnya dr.Anggel, kalau pembangunan IPAL 2019 Direkturnya dr.Agus,” terang Direktur RSUD Raja Ampat saat dikonfirmasi wartawan, di ruang kerjanya RSUD Raja Ampat, Waisai ibukota kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Selasa (17/6/2025).
Lanjutnya, bahwa dirinya diberikan amanat oleh pimpinan untuk memperbaiki agar RSUD Raja Ampat berjalan sebagaimana mestinya, diantaranya pembenahan sarana dan prasarana, SDM, sistem pelayanan Rumah Sakit dan juga yang paling penting adalah sistem IPAL RSUD Raja Ampat.
Tim Liputan medianasional.id






