Gunakan Kayu Lokal Tak Sesuai RAB, Proyek Gedung TK Kuncup Mekar Disidak Komisi IV DPRD Batang

Batang77 Dilihat
BATANG, medianasional.id – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batang, Tofani Dwi Ariyanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan TK Kuncup Mekar di Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (28/10/2026). Sidak yang dilakukan bersama jajaran Dinas Pendidikan tersebut sempat menarik perhatian dan memicu pertanyaan dari warga setempat.
.
Langkah tegas ini diambil setelah muncul indikasi penggunaan material bangunan yang tidak memenuhi standar mutu. Proyek bernilai miliaran rupiah tersebut diduga menggunakan kayu lokal berjenis sengon dan saman pada struktur atap, yang dinilai menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).
.
Saat dikonfirmasi via telepon pada Rabu (28/10/2026), Ketua Komisi IV DPRD Batang, Tofani Dwi Ariyanto, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam dokumen RAB, material atap yang seharusnya digunakan adalah kayu meranti dengan estimasi harga Rp3 juta per meter kubik. Namun, pihak pelaksana di lapangan justru memasang kayu lokal yang harganya berkisar di angka Rp2 juta per meter kubik.
.
Merespons temuan ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menegaskan bahwa kayu jenis sengon tidak diperbolehkan dalam proyek pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah. Karakteristik kayu sengon yang cepat rapuh dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para siswa dan guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Dalam sidak tersebut, Tofani sempat menemui kepala sekolah untuk meminta klarifikasi, namun tim pendamping proyek dilaporkan sedang berada di luar kota.
.
Terkait kelanjutan proyek yang materialnya sudah telanjur terpasang, pimpinan dewan menyatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim pendamping. Pihaknya memberikan waktu maksimal satu minggu untuk menentukan langkah hukum atau teknis selanjutnya, apakah material kayu tersebut harus dibongkar dan diganti total, atau dilakukan penyesuaian RAB.
.
Sementara itu, warga setempat berharap pengawasan proyek fasilitas publik ke depan bisa lebih diperketat agar kejadian serupa tidak terulang. Warga menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan publik dan kualitas bangunan di atas keuntungan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses