Sambang Desa di Reban, Pemkab Batang Prioritaskan Bantuan Fasilitas dan Armada Sampah Tahun Depan

Batang84 Dilihat

BATANG, medianasional.Id.
Pemerintah Kabupaten Batang berkomitmen penuh dalam membenahi sistem kebersihan lingkungan melalui penguatan manajemen limbah di tingkat desa. Langkah strategis ini ditegaskan oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menghadiri kegiatan Sambang Desa di Desa Padomasan, Kecamatan Reban, pada Selasa (27/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan aksi gotong royong sebagai sebuah budaya yang konsisten demi mewujudkan lingkungan yang sehat secara berkelanjutan.

Faiz memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga, perangkat desa, serta tokoh masyarakat Padomasan yang telah bahu-membahu menjaga kebersihan. Baginya, aksi nyata seperti ini tidak boleh berhenti saat ada agenda kunjungan pemerintah saja, melainkan harus rutin dilaksanakan, baik seminggu sekali maupun dalam beberapa minggu sekali, guna memupuk kesadaran kolektif bahwa masalah limbah adalah tanggung jawab bersama.

Ia menggarisbawahi bahwa kelalaian dalam menjaga kebersihan lingkungan bisa memicu bencana banjir serta menjadi sarang penyakit berbahaya akibat penyebaran virus dan bakteri.

Oleh sebab itu, edukasi berkelanjutan dan tindakan nyata di lingkungan tempat tinggal menjadi hal yang mutlak. Terlebih lagi, Bupati mengingatkan tentang pentingnya prinsip polluter pays—di mana setiap individu atau pihak yang memproduksi sampah wajib bertanggung jawab atas pembuangannya secara benar, bukan justru sengaja mengotorinya dengan asumsi akan ada petugas yang membersihkan.

Meskipun saat ini operasional pengelolaan sampah mandiri di Desa Padomasan masih terbatas secara kapasitas, Pemkab Batang mengapresiasi langkah awal yang positif tersebut. Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah menetapkan program kebersihan sebagai prioritas anggaran tahun depan, khususnya untuk penyaluran bantuan sarana mobilitas angkutan serta pengembangan fasilitas pengolahan di tingkat desa.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Pemkab Batang kini tengah mengebut pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sentul, Kecamatan Gringsing. Fasilitas modern yang dirancang mampu mengolah hingga 50 ton sampah per hari ini nantinya diplot untuk melayani wilayah Gringsing, Subah, Banyuputih, dan Tersono. Jika kapasitasnya mencukupi, jangkauan layanannya akan diperluas hingga ke wilayah Bawang dan Reban. Upaya intervensi sarana ini bukan yang pertama, sebab sebelumnya Pemkab Batang juga telah mendistribusikan satu unit motor operasional sampah ke setiap desa di Kecamatan Gringsing.

Untuk skema di Kecamatan Reban, sistem yang ditawarkan adalah kombinasi antara pemilahan mandiri di tingkat desa dan pengangkutan ke TPST terpadu. Limbah yang bisa diproses secara mandiri diselesaikan di desa, sedangkan residu yang belum tertangani akan dikumpulkan di satu titik penampungan kecamatan sebelum diangkut oleh armada menuju TPST Sentul. Pihak Pemkab Batang menegaskan keterbukaannya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak kecamatan guna merumuskan sistem manajemen pembuangan yang paling efektif dan sesuai dengan karakteristik wilayah setempat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses