DKP Kukar Usulkan 11 Kampung Nelayan Merah Putih, Dorong Kesejahteraan dan Kemudahan Akses BBM Subsidi

Kutai Kartanegara1928 Dilihat

KUTAI KARTANEGARA, medianasional.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara terus mengawal program Kampung Nelayan Merah Putih yang merupakan program pemerintah pusat dan disinkronkan dengan program daerah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap P2T DKP Kukar, Abdi, mengatakan pihaknya saat ini telah mengusulkan 11 Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di wilayah hulu dan pesisir Kukar.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan nelayan tangguh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir maupun nelayan di daerah hulu,” ujarnya.

Beberapa desa yang diusulkan di wilayah hulu di antaranya Desa Jantur, Semayang, Perian, dan Sangkuliman. Sementara untuk wilayah pesisir meliputi Kuala Samboja, Muara Jawa, Muara Kembang, Handil Terusan, Tanjung Limau, hingga Desa Gresik di Kecamatan Marangkayu.

Selain mengawal program Kampung Nelayan Merah Putih, DKP Kukar juga terus melakukan koordinasi terkait persoalan akses BBM subsidi bagi nelayan yang hingga kini masih menjadi kendala di sejumlah wilayah.

“Kami menerima berbagai keluhan nelayan, khususnya terkait keterbatasan akses BBM subsidi di wilayah pesisir seperti Marangkayu dan Muara Badak. Hal ini sudah kami sampaikan kepada pimpinan dan mudah-mudahan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Abdi, salah satu manfaat utama apabila desa tersebut ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih adalah hadirnya fasilitas stasiun pengisian BBM subsidi khusus nelayan untuk mempermudah operasional melaut.

“Dengan adanya SPBUN atau fasilitas pengisian BBM subsidi, nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk aktivitas penangkapan ikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, program Kampung Nelayan Merah Putih juga akan mendorong penataan kawasan permukiman nelayan, penguatan koperasi nelayan, hingga pengembangan sistem pemasaran hasil tangkapan ikan agar lebih stabil dan menguntungkan masyarakat.

DKP Kukar juga menilai keberadaan cold storage atau ruang pendingin ikan sangat penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan saat produksi melimpah.

“Kalau hasil tangkapan sedang banyak biasanya harga ikan turun. Dengan adanya cold storage, ikan bisa disimpan terlebih dahulu sehingga kualitas tetap terjaga dan harga jual tetap stabil,” tuturnya.

Ia berharap seluruh usulan Kampung Nelayan Merah Putih dari Kabupaten Kutai Kartanegara dapat disetujui dan ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kami berharap 11 Kampung Nelayan Merah Putih yang diusulkan ini bisa ditetapkan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses