YOGYAKARTA, medianasional.id – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Yogyakarta, tepatnya melalui Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sosromenduran, Kemantren Gedong Tengen, terhenti sementara. Penghentian tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan tertanggal 22 Oktober 2026 yang beredar luas di media sosial.
Dalam surat tersebut, operasional dapur SPPG Sosromenduran dinyatakan dihentikan sementara mulai 23 Oktober 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu berkaitan dengan upaya menjaga keberlangsungan operasional dapur sambil menunggu kepastian ketersediaan dana dan kesiapan kebutuhan operasional.
Penghentian distribusi MBG tersebut dibenarkan Aji selaku Person In Carge (PIC) yang menangani penyaluran MBG ke SD Gondolayu, saat dihubungi tim media pada Selasa (27/10/2026).
“Sudah tiga minggu lebih belum juga ada informasi kapan MBG bisa kembali didistribusikan,” ungkap Aji.
Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian bagi sekolah dan para siswa penerima manfaat yang selama ini mengandalkan program MBG untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.
Orang Tua Siswa Berharap Distribusi Segera Kembali
Salah seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan bahwa program MBG sangat berarti bagi sejumlah murid, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, terdapat siswa yang menghadapi kondisi keluarga sulit. Ia mencontohkan satu keluarga dengan dua anak yang bersekolah di sekolah tersebut, sementara ibu mereka telah meninggal dunia dan sang ayah kerap terlambat mengantarkan bekal sarapan.
“Anak-anak di sekolah ini kebanyakan berasal dari keluarga yang kondisi ekonominya kurang baik,” keluhnya.
Ia berharap distribusi MBG dapat segera kembali berjalan agar para siswa tetap memperoleh dukungan pemenuhan gizi selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Menunggu Penjelasan Pihak Terkait
Awak media masih berupaya memperoleh penjelasan dari pihak terkait mengenai penyebab penghentian operasional, kepastian pendanaan, serta perkiraan waktu dimulainya kembali distribusi MBG di SPPG Sosromenduran.
Awak media juga telah menghubungi Ketua KPPG melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi dan penjelasan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban yang diterima.
Kepastian dari pihak pengelola maupun instansi berwenang diperlukan agar sekolah, orang tua, dan para siswa penerima manfaat memperoleh informasi yang jelas mengenai kelanjutan program MBG tersebut.(red).






