Gusti Putri Ajak Seluruh Pihak Sukseskan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di DIY

DI.Yogyakarta87 Dilihat

YOGYAKARTA, medianasional.id – Ketua Pokja Ibu PAUD DIY, GKBRAA Paku Alam atau Gusti Putri, mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk menyukseskan percepatan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Program Kerja Pokja Ibu PAUD DIY di Auditorium Ki Mangunsarkoro, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, Kalasan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala BPMP DIY beserta jajaran, Ibu PAUD Kabupaten Bantul, perwakilan bidang PAUD dan pendidikan nonformal (PNF) dinas pendidikan kabupaten/kota se-DIY, pengawas dan penilik, Dinas Pemberdayaan Masyarakat DIY, perwakilan perguruan tinggi, serta pengurus Pokja Ibu PAUD se-DIY.

Dalam arahannya, Gusti Putri menegaskan bahwa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, mentalitas, dan fondasi tumbuh kembang anak. Karena itu, layanan prasekolah harus mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Ia mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai budi pekerti sejak dini, sebagaimana tercermin dalam pitutur Jawa, “Budi pekerti iku dadi pawitaning urip.”

Prinsip tersebut selaras dengan Sistem Among Ki Hajar Dewantara serta filosofi Asah, Asih, lan Asuh, yang menekankan pendidikan melalui pendampingan, kasih sayang, dan pengasuhan yang tepat.

Gusti Putri juga menyoroti pentingnya proses transisi dari PAUD ke sekolah dasar (SD) yang menyenangkan. Menurutnya, anak tidak boleh dibebani tuntutan akademik yang kaku, termasuk tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai persyaratan masuk SD, hingga mengurangi hak mereka untuk bermain dan belajar sesuai tahap perkembangannya.

Tiga Fokus Percepatan Wajib Belajar Prasekolah

Untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan prasekolah sekaligus memperkuat layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), Gusti Putri mendorong seluruh pihak mengambil langkah nyata melalui tiga fokus utama.

Pertama, pemetaan anak usia dini dan penguatan kebijakan wilayah.

Pokja Ibu PAUD diharapkan mendorong kebijakan pendukung hingga tingkat kalurahan agar seluruh anak usia 5–6 tahun terdata dan memperoleh layanan prasekolah sebelum memasuki SD.

Pendataan perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan kader PKK dan perangkat kalurahan. Langkah ini ditujukan untuk mencegah anak tidak memperoleh akses pendidikan prasekolah.

Kedua, penguatan PAUD Holistik Integratif dan dukungan anggaran kalurahan.

Layanan PAUD perlu terintegrasi dengan Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB), sehingga kebutuhan anak dapat dipantau secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pencegahan stunting, hingga perlindungan anak.

Selain itu, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) perlu diperkuat untuk menunjang sarana dan prasarana PAUD serta meningkatkan kapasitas pendidik.

Ketiga, penanaman budi pekerti berbasis kebudayaan lokal.

Pendidikan anak usia dini perlu memanfaatkan kekayaan budaya lokal, termasuk bahasa ibu, nilai-nilai luhur budaya Jawa, dan permainan tradisional sebagai media pembelajaran karakter.

Edukasi bagi orang tua atau parenting berbasis Sistem Among juga perlu diperkuat agar pola pengasuhan di rumah selaras dengan pendidikan yang diterapkan di satuan PAUD.

Gotong Royong Wujudkan Generasi Emas

Gusti Putri menekankan bahwa keberhasilan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah tidak dapat dicapai hanya melalui peran satu lembaga. Diperlukan kolaborasi pemerintah daerah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, keluarga, dan masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai gotong royong Jawa, “Saiyeg saeka praya, golong gilig,” yang mengandung makna menyatukan tekad dan langkah untuk mencapai tujuan bersama.

Melalui penguatan koordinasi dan pelaksanaan program yang terarah, layanan prasekolah diharapkan semakin mudah diakses, berkualitas, serta mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang setiap anak.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen membangun generasi penerus yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi masa depan, sejalan dengan falsafah Jawa Memayu Hayuning Bawana.(red).

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses