Tulungagung, Medianasional.id – Pemerintah kabupaten Tulungagung melalui Dinas Sosial (Dinsos) melaksanakan acara kegiatan sosialisasi pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari sumber anggaran DBHCHT tahun 2025.
Acara kegiatan sosialisasi BLT DBHCHT tahun 2025 tersebut di laksanakan di Auditorium Pascasarjana UIN Tulungagung,Selasa (26/8/2025).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung,Endah Inawati,S.E.,MM.,dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan kegiatan sosialisasi BLT ini di dasari oleh amanat peraturan menteri keuangan yang di atur secara jelas tentang penggunaan DBHCHT, dimana dalam 50% dari dana DBHCHT tersebut di prioritaskan untuk bidang kesejahteraan masyarakat.
“Di kabupaten Tulungagung,alokasi terbesar dari anggaran DBHCHT sebesar Rp 10 Milyar untuk tahun 2025 ini, untuk di percayakan kepada dinas sosial untuk di salurkan dalam bentuk bantuan langsung tunai”, ujarnya.
Lebih lanjut Endah menyampaikan tujuan dari BLT DBHCHT ini di antaranya untuk meningkatkan daya beli dan taraf hidup masyarakat yang bekerja di sektor pertembakauan.
“Seperti buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok serta masyarakat lainnya yang rentan terdampak.Bantuan tersebut wujud dari kepedulian pemerintah untuk memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang tertinggal dalam upaya pembangunan kita”, jelasnya.
Selanjutnya,demi keberhasilan program ini,di perlukan adanya untuk tranparansi dan tepat sasaran dalam penyaluran BLT DBHCHT di kabupaten Tulungagung.
“Untuk jumlah penerima berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data, BLT DBHCHT tahun ini akan di salurkan kepada 9.752 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan besaran per KPM Rp 200.000 perbulan selama 5 bulan”, ungkapnya.
“Maka dari itu program BLT DBHCHT ini menjadi salah satu instrumen penting kita untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan secara merata”, tambahnya.
Endah berharap kepada seluruh KPM agar bantuan nanti bisa di gunakan dengan sebaik-baiknya.
“Gunakanlah bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, seperti untuk membeli bahan kebutuhan pokok, kebutuhan sekolah anak atau pun untuk penambahan modal usaha.Dengan demikian supaya bisa untuk sedikit membantu meringankan beban keluarga”, pungkasnya.(Arsoni)






