Tiga Seri Beruntun, Atlet Paralayang SMPN 1 Besuki Torehkan Prestasi

Tulungagung439 Dilihat

TULUNGAGUNG, Medianasional.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet paralayang muda asal Kabupaten Tulungagung. Agiet Tirta, Kelas 9 E,siswa SMPN 1 Besuki tercatat konsisten meraih prestasi dalam tiga seri Kejuaraan Paralayang Jawa Timur 2026.

Pada tiga seri tersebut, Agiet berhasil meraih podium secara berturut-turut. Ia sebelumnya meraih juara pada Liga Paralayang Seri 1 di Kota Batu, kemudian kembali meraih prestasi pada Seri 2 di Madiun. Pada Seri 3 yang digelar di Kota Batu, Agiet kembali finis di posisi kedua.

“Saya dapat juara dua, tiga kali berturut-turut dari juara liga seri satu di Batu, liga seri dua di Madiun dan liga seri tiga kejuaraan daerah di Kota Batu,” terangnya, Sabtu (26/9/2026).

Capaian tersebut tidak diraih dengan mudah. Menjelang pertandingan, Agiet meningkatkan intensitas latihan. Ia berlatih setiap hari ketika kondisi cuaca memungkinkan untuk terbang.

“Kalau mau mendekati event latihan setiap hari. Setiap cuaca bagus kita latihan,” ujarnya.

Bagi Agiet, torehan prestasi dalam tiga seri tersebut memiliki arti penting. Selain menjadi pengalaman berharga, capaian itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengharumkan nama orang tua, sekolah, serta Kabupaten Tulungagung.

“Sangat berpengaruh buat saya,” katanya.

Berharap Fasilitas dan Pembinaan Atlet Ditingkatkan
Di tengah prestasinya, Agiet berharap fasilitas olahraga paralayang di Tulungagung terus mendapat perhatian dan peningkatan. Menurutnya, sarana yang memadai akan membantu atlet dalam menjalani latihan dan mengembangkan kemampuan.

“Lebih diperbaiki lagi untuk fasilitasnya,” ujarnya.

Ia juga berharap atlet berprestasi mendapatkan dukungan yang lebih baik, baik dalam bentuk penghargaan maupun pembinaan berkelanjutan.

“Yang diharapkan ya semestinya itu piala sama uang pembinaan,” kata Agiet.

Sekolah Dorong Prestasi Jadi Modal Jalur Prestasi
Kepala SMPN 1 Besuki, Drs. Sirat, mengapresiasi konsistensi Agiet yang mampu meraih prestasi dalam tiga seri kejuaraan. Menurutnya, capaian tersebut dapat menjadi modal penting bagi Agiet untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.

“Harapan saya semoga nanti dengan prestasinya anak itu dapat juara. Paling tidak nanti bisa sebagai bahan untuk masuk ke sekolah jenjang yang lebih tinggi dengan jalur prestasi,” ujar Sirat.

Ia menilai pembinaan olahraga di lingkungan sekolah perlu terus dikembangkan agar siswa memiliki ruang untuk mengasah bakat sekaligus mengukir prestasi.

Sirat juga berharap para siswa SMPN 1 Besuki dapat mempertahankan konsistensi prestasi hingga mampu meraih gelar juara umum dalam rangkaian kompetisi yang diikuti.

Rangkaian kompetisi paralayang Jawa Timur 2026 digelar dalam beberapa seri. Final liga dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Sementara itu, Danlanud Abdulrachman Saleh Open–Kejurda Paralayang Jawa Timur 2026 ditutup melalui upacara penutupan di Landing Area Paralayang Songgomaruto, Kota Batu.

Sirat menyebut wilayah selatan Tulungagung memiliki potensi untuk melahirkan atlet-atlet paralayang baru. Keberadaan wahana latihan di kawasan tersebut dinilai membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal olahraga paralayang sejak usia dini.

Menurutnya, ketertarikan terhadap olahraga paralayang dapat tumbuh dari lingkungan sekitar. Anak-anak yang terbiasa melihat aktivitas paralayang dapat terdorong untuk mencoba, kemudian mengembangkan kemampuan melalui latihan.

“Awalnya pasti melihat layang-layang, terus suka berlatih,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses