BANDUNG, medianasional.id – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen untuk mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah ini didukung oleh ketersediaan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat pada tahun 2025.
Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, sebaran fasilitas kesehatan di wilayah ini tercatat cukup masif. Infrastruktur tersebut meliputi 383 unit Rumah Sakit Umum, 54 unit Rumah Sakit Khusus, 290 unit Puskesmas Rawat Inap, serta 825 unit Puskesmas Non-Rawat Inap. Selain itu, pelayanan di tingkat dasar diperkuat oleh 3.870 unit Klinik Pratama dan 53.538 unit Posyandu yang tersebar di pelosok desa.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, M.MRS., memaparkan bahwa kekuatan pelayanan medis di Jabar saat ini sangat bertumpu pada tenaga keperawatan. Profesi perawat mendominasi peta nakes di Jabar dengan jumlah mencapai 75.112 orang.
Posisi berikutnya diisi oleh tenaga medis sebanyak 47.289 orang, tenaga kebidanan sebanyak 35.565 orang, dan tenaga kefarmasian sebanyak 22.571 orang. Keberadaan pelayanan spesifik juga ditopang oleh 16.515 tenaga teknik biomedis, 8.849 tenaga keteknisian medis, serta tenaga psikolog klinis yang berjumlah 296 orang.
Sementara itu, tenaga kesehatan tradisional mencatatkan angka paling minim, yaitu hanya 51 orang. Adapun rumpun nakes lain seperti kesehatan masyarakat, keterapian fisik, gizi, dan kesehatan lingkungan masing-masing berada di bawah angka 4.000 orang.
Penguatan kuantitas dan kualitas faskes serta nakes ini dinilai membawa dampak krusial bagi daerah. Selain mampu mendongkrak mutu pelayanan dan derajat kesehatan warga, pemerataan akses ini terbukti menghemat efisiensi biaya kesehatan.
Peningkatan sektor kesehatan ini pada akhirnya berkontribusi langsung pada produktivitas ekonomi masyarakat serta membangun kesiapsiagaan wilayah dalam menghadapi potensi krisis kesehatan di masa depan.






