Tulungagung, Medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Tulungagung memastikan proyek perbaikan ruas jalan di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, dan Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut, yang dimulai pada 23 Februari 2026, akan dituntaskan dalam waktu kurang lebih empat bulan. Proyek ini menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama hampir lima tahun menghadapi kondisi jalan rusak parah tanpa penanganan signifikan.
Kerusakan di sejumlah titik tergolong berat. Aspal mengelupas, berlubang, serta bergelombang, sehingga membahayakan pengendara dan memperlambat arus kendaraan. Saat musim hujan, genangan air kerap menutup lubang jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Dampak kerusakan jalan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Akses menuju tempat kerja, sekolah, hingga fasilitas kesehatan menjadi terhambat. Para petani dan pelaku UMKM setempat mengaku distribusi hasil panen dan produk usaha kerap tersendat karena kendaraan pengangkut kesulitan melintas di jalur tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, menjelaskan bahwa proyek ini tidak sekadar tambal sulam, melainkan perbaikan menyeluruh pada struktur jalan.
“Tahapan pekerjaan meliputi perbaikan struktur dasar jalan, pelapisan ulang aspal, hingga penguatan bahu jalan agar lebih tahan terhadap beban kendaraan berat,” ujar Erwin, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan, penguatan struktur dasar menjadi fokus utama agar jalan memiliki daya tahan lebih lama dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat. Pemerintah daerah menargetkan kualitas pengerjaan mampu menopang peningkatan volume kendaraan, terutama kendaraan angkut hasil pertanian dan industri rumahan.
Selama masa konstruksi, arus lalu lintas diperkirakan akan mengalami gangguan, terlebih menjelang Ramadan dan Idul Fitri ketika mobilitas warga meningkat. Untuk itu, pemkab akan menerapkan sistem pengaturan lalu lintas secara bertahap guna meminimalkan kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Erwin juga mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Menurutnya, gangguan sementara tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih permanen dan berkualitas.
Perbaikan ruas jalan di Sambirobyong dan Pulotondo, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tulungagung dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Perbaikan ini bukan hanya soal jalan, tetapi membuka akses dan peluang ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin hasilnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.






