Bandung, medianasional.id – “Aroma” tak sedap berhembus di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa barat khususnya Bidang PSMA, Yudi Subarkah diduga memiliki peran penting di Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA). Dia dituding sebagai aktor pengumpul uang berbagai proyek di PSMA. Setiap uang hasil dari proyek tersebut lalu diteruskan kepada Kepala Bidang PSMA, Awan Suparwana.
Salah satunya isu adanya permintaan persentase 10 persen dari setiap kegiatan. Permintaan ini kabarnya atas perintah Kabid. Sementara Yudi sebagai ‘penadah’ hasil presentase proyek tadi.
Sementara Awan Suparwana Kepala Bidang PSMA berkali- kali hendak dikonfirmasi selalu tidak ada di tempat dan terkesan menghindar dari awak media.
Yudi saat dikonfirmasi membantah kalau dirinya pengumpul uang proyek. Ia malah mengaku tidak mengetahui adanya target persentase 10 persen dari setiap item kegiatan yang dipatok Kabid.
“Saya tidak tahu kalau soal itu,” ujar Yudi yang juga Pengadministrasi Kurikulum PSMA saat ditemui media ini, beberapa hari lalu.
Yudi terbilang pintar berkelit. Ia juga mengaku tidak mengetahui peruntukan anggaran sebesar Rp 402 juta.
Anggaran ini untuk publikasi PPDB pada media cetak koran, online, televisi, radio, dan ruang /billboard. Penayangannya sebanyak 25 kali. Spesifikasi media yang dipakai juga diputuskan Tikomdik, Yudi mengaku PSMA hanya melakukan pembayaran.

“Saya bukan PPK untuk publikasi media. Saya hanya membantu dan PSMA hanya juru bayar kepada media. Media usulan dari Balai Tikomdik,”
kilah Yudi.
Dia mengaku, belum ada laporan resmi media mana saja yang dipakai untuk publikasi PPBD. Dirinya baru mengetahui sebatas lisan dari Balai.
“Pokoknya yang urus media publikasi PPDB di bawah tanggung jawab Pak Firman Oktora, selaku Kepala Balai Tikomdik,” tandasnya.
Selain anggaran publikasi, Yudi juga mengaku tidak mengetahui paket Pembangunan Pusat Komunkasi senilai Rp 4 miliar. Anehnya, Yudi mengaku mengetahui rincian anggarannya.
Kabarnya Yudi ini juga pernah disentil oleh Plh Kepala Disdik (Kadisdik) Jabar, Moh Ade Afriandi saat memimpin apel upacara bahwa ada pegawai yang sudah menggunakan mobil Pajero, padahal hanya sebagai pegawai biasa. Sindiran Kadisdik ini diduga dilayangkan kepada Yudi.
“Banyak staf yang menggunakan Pajero,” kilahnya.
Sementara Kepala Balai Tikomdik, Firman Oktora tak kunjung bisa dimintai komentarnya terkait penunjukan media publikasi PPDB 2024. Berkali-kali media ini mencoba menemui di kantornya, tapi Firman terkesan menghindar.






