Kabid Pembinaan SD (Dikdas) Dindikbud Purbalingga Nokman Riyanto dan Misi Mengembalikan Kepala Sekolah ke Kelas

Purbalingga.medianasional.id – Di depan puluhan kepala SD se-Kecamatan Pengadegan, Kamis (24/9), Nokman Riyanto, S.Pd.Si., M.Pd., tidak banyak bicara soal BOS, RKAS, atau e-raport.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga itu justru melempar pertanyaan yang membuat aula Korwilcam Pengadegan hening sejenak.

“Kapan terakhir Bapak Ibu masuk kelas bukan untuk menilai guru, tapi untuk memastikan pembelajaran di kelas benar-benar bermakna bagi siswa?”

Bagi Nokman, itulah titik balik yang harus terjadi. Selama ini, banyak kepala sekolah yang tanpa sadar berubah menjadi mandor administrasi. Sibuk memastikan laporan selesai, tapi lupa pada jantung sekolah itu sendiri: pembelajaran.

“Kepala sekolah tidak hanya bertugas memastikan administrasi berjalan baik,” ujarnya tegas. “Tetapi harus hadir sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan guru, membangun budaya sekolah yang positif.”

Dalam pembinaan tersebut, Nokman mendorong kepala sekolah untuk berani membaca kondisi riil sekolahnya. Bukan menyalin program dari sekolah lain. Jika masalah di SD A adalah literasi, maka programnya harus literasi. Jika masalahnya adalah bullying, maka programnya harus tentang sekolah aman.

“Kita ingin kepala sekolah semakin kuat dalam memimpin perubahan. Setiap program harus memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik, bukan sekadar memenuhi rutinitas,” katanya.

Ia pun menutup dengan pesan yang paling ia tekankan: tindak lanjut.

Pembinaan sehari tidak akan mengubah apa-apa, jika esoknya kepala sekolah kembali ke rutinitas yang sama. Yang ia inginkan adalah motor penggerak itu benar-benar menyala di masing-masing sekolah.

Agar sekolah di Purbalingga tidak hanya menjadi tempat yang administratifnya rapi, tapi juga aman, nyaman, inklusif, dan benar-benar menjadi rumah tumbuh bagi setiap anak.

Al_76

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses