Camat Ramli, SE., MM: Kecamatan Muara Jawa Sukses Kelola Sampah Menjadi Sumber Daya Berharga

Kutai Kartanegara, Medianasional.id  – Kecamatan Muara Jawa membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi solusi sekaligus sumber daya bernilai ekonomi. Melalui Gerakan Muara Jawa Bersih (GMJB) yang dipimpin oleh Ahmad Taufik, pengelolaan sampah di wilayah ini telah berjalan efektif sejak tahun 2017. Inisiatif ini tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi.

Setiap harinya, sebanyak 35 ton sampah yang terkumpul dari beberapa desa di Muara Jawa diolah menjadi berbagai produk, seperti:
1. BBM Alternatif
Dari 50 kg sampah plastik, GMJB mampu menghasilkan 45–48 liter bahan bakar minyak (BBM). BBM ini digunakan untuk alat transportasi sampah dan alat berat lainnya, menjadikannya solusi hemat energi sekaligus ramah lingkungan.
2. Produk Daur Ulang
Sampah plastik diolah menjadi paving blok, sedangkan sampah organik seperti sisa sayuran diubah menjadi pupuk kompos dan ulat maggot yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ahmad Taufik menjelaskan bahwa tempat pengolahan sampah terpadu di TPS seluas 2 hektar ini dikelola dengan sistem yang efisien. “Kami bukan TPA, ini TPS. Semua sampah kami olah kembali. Bisa dibayangkan, bertahun-tahun TPS ini tidak pernah penuh,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Masyarakat

Ahmad Taufik menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam program ini. “Dukungan pemerintah sangat luar biasa, tinggal ditingkatkan lagi. Kolaborasi dengan masyarakat juga berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Camat Muara Jawa, Ramli, SE., MM, menambahkan bahwa inisiatif ini telah menjadi inspirasi bagi wilayah lain. “Kita sudah membuktikan bahwa sampah bukan lagi masalah. Sebaliknya, sampah menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Program Desa Ramah Lingkungan

Sebagai bagian dari program lingkungan, Kecamatan Muara Jawa juga telah menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Abdul Hamid, perwakilan lingkungan, menyebutkan bahwa pada tahun 2024, enam desa dan kelurahan, termasuk Muara Jawa Hulu dan Muara Jawa Tengah, menerima penghargaan Desa Ramah Lingkungan. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap desa yang berhasil mengelola lingkungan dengan baik dan berkelanjutan.

“Semoga insentif dari pemerintah ini dapat meningkatkan motivasi desa-desa lain untuk terus menjadikan lingkungan mereka lebih baik,” tambah Abdul Hamid.

Muara Jawa Siap Berbagi Ilmu

Ahmad Taufik mengundang siapa saja yang ingin belajar langsung mengenai pengelolaan sampah terpadu di Muara Jawa. “Kami siap berbagi ilmu dan pengalaman. Silakan datang untuk melihat langsung bagaimana kami mengelola sampah menjadi sumber daya yang bernilai,” tutupnya.

Dengan berbagai inovasi ini, Kecamatan Muara Jawa tidak hanya berhasil mengatasi masalah sampah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (f)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses