BNPB Siap Terjunkan 40 Enumerator Nilai Kerentanan 1.000 Bangunan Satu Lantai di Bantul

DI.Yogyakarta885 Dilihat

BANTUL, medianasional.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan sekitar 40 enumerator untuk melakukan penilaian awal kerentanan bangunan terhadap ancaman gempa bumi di Kabupaten Bantul.

Penilaian tersebut menyasar sekitar 1.000 bangunan satu lantai milik warga yang tersebar di 17 kapanewon di Kabupaten Bantul. Kegiatan survei lapangan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 September 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Awal Kerentanan Bangunan yang berlangsung pada 8–10 September 2026 di Ruang Rapat Khusus Gedung Ar. Fachrudin Lantai 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jalan Brawijaya, Kasihan, Bantul.

Para enumerator berasal dari unsur BPBD Bantul, perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta mahasiswa UMY. Mereka akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penilaian kondisi bangunan dan mengumpulkan data dari masyarakat.

Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Bantul, Malichah Kurnia Pratiwi, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti kegiatan bimtek.

Ia berharap para enumerator dapat menjalankan tugas dengan penuh semangat dan tanggung jawab sehingga data hasil survei benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap saat melakukan penilaian kepada responden tetap penuh semangat dan hasil survei dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga titip nama baik BPBD dan Kabupaten Bantul kepada para enumerator,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Teknik Sipil UMY Hakas Prayuda, ST, M.Eng, Ph.D., mengapresiasi kolaborasi antara BNPB, BPBD Bantul, relawan FPRB dan mahasiswa UMY dalam kegiatan mitigasi bencana tersebut.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam penilaian kerentanan bangunan menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan secara langsung di masyarakat.

“Selama ini mahasiswa lebih banyak diterjunkan untuk asesmen bencana. Kali ini kami bisa berkolaborasi dengan BNPB dan BPBD Bantul serta relawan FPRB dan terlibat langsung dalam mitigasi bencana. Ini merupakan pengalaman baru bagi kita semua,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama yang baik antara berbagai unsur diharapkan mampu menghasilkan data penilaian yang berkualitas dan bermanfaat bagi upaya pengurangan risiko bencana di Bantul.

” Dengan penuh semangat dan kerja sama yang baik, akan menghasilkan yang terbaik pula,” ujarnya.

Bimtek secara resmi ditutup oleh Aminudin Hamzah, Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Mitigasi Bencana BNPB. Setelah penutupan, para enumerator selanjutnya melaksanakan survei penilaian awal kerentanan bangunan di berbagai wilayah Kabupaten Bantul selama lima hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan data awal mengenai kondisi kerentanan bangunan, khususnya rumah tinggal satu lantai, sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi di Kabupaten Bantul.(red)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses