Raja Ampat, medianasional. id – Sebelumnya Ketua DPRD Raja Ampat, Mohammad Taufik Sarasa meminta kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk memperbaiki sistem IPAL
Menurutnya hal tersebut sangat penting, Pasalnya, sistem instalasi pengolahan air limbah yang didesain khusus untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan oleh rumah sakit, seperti limbah medis, patologi, dan limbah domestik.
“Untuk mengurangi dampak negatif limbah cair terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, dengan memastikan limbah yang dibuang memenuhi standar baku mutu dan aman.Untuk itu RSUD Raja Ampat harus sungguh-sungguh dalam memperbaiki sistem IPALnya,” kata Ketua DPRD Raja Ampat, ditengah melakukan Fungsi Pengawasan bersama rekan-rekan anggota DPRD Raja Ampat lainnya, di pasar Snon Bukor Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Rabu (7/5/2025).
Sekedar untuk diketahui jarak RSUD dan Pasar Snon Bukor sangat dekat, dan terlihat jelas air sungai yang mengalir disamping RSUD Raja Ampat selanjutnya mengalir sampai ke laut kawasan pasar Snon Bukor.
Rumah Sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap pelayanannya menghasilkan limbah medis B3 dalam jumlah yang tidak sedikit.
Dengan adanya kebijakan pengelolaan limbah medis B3 maka diharapkan bagi setiap Pusat kesehatan masyarakat dapat menerapkan kegiatan pengelolaan limbah medis B3 yang sesuai dan terpadu berdasarkan Peraturan Pemerintah No 22 tahun 2021 agar tidak menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.
Untuk itu media ini melakukan konfirmasi kembali kepada pihak RSUD Raja Ampat.Namun direktur RSUD Raja Ampat Meidi Maspaitela saat dikonfirmasi tak berada ditempat, dihubungi melalui sambungan telephon whatsapp tak berdering dan melalui pesan whatsapp centang satu, kemarin Senin (2/6/2025).
Kepala DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Raja Ampat, Marthen L. R. Bhartholomeus saat dikonfirmasi mengaku, bahwa sampai saat ini pihak RSUD Raja Ampat belum berkoordinasi, dan menyurat terkait permohonan penerbitan Surat Kelayakan Operasional (SLO) mengenai pembuangan limbah cair medis, dengan DLH Raja Ampat.
Saya minta kepada pihak RSUD Raja Ampat untuk segera melakukan koordinasi dengan DLH. “Kita kan ingin bangun Raja Ampat, kita harus bersyukur kita dipercaya pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan RSUD tipe C. RSUD belum berkoordinasi dengan DLH, saya juga menyayangkan jika direktur RSUD mau dikonfirmasi menghindar, harusnya dijelaskan saja apa adanya tak perlu menghindar dari wartawan,”ungkap Kadis DLH Raja Ampat, di kantornya, di Waisai Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Senin (2/6/2025).
Tim Liputan medianasional.id
.






