Batang Siapkan 7 Event Nasional 2027, Dari Wisata Desa Silurah Hingga Pantai Jodo

Batang75 Dilihat

BATANG, medianasional.Id.
Pemerintah Kabupaten Batang tengah bersiap melakukan lompatan besar di sektor pariwisata. Menyongsong tahun 2027, Pemkab Batang merancang sedikitnya tujuh agenda besar (event) berskala nasional guna menyedot kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru tanah air.

Dalam rencana strategis ini, terdapat tujuh destinasi wisata utama yang akan menjadi prioritas pengembangan, yaitu:

Silurah

Si kembang

Puncak Tombo

Curug Genting

Pantai Jodo

Pantai Sigandu

Curug Gombong

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa strategi mendongkrak pariwisata daerah tidak hanya bertumpu pada keindahan objek wisata atau sekadar perbaikan fasilitas di dalam area. Pemkab Batang akan menerapkan pendekatan menyeluruh (holistik).

“Area pariwisata itu selain infrastrukturnya yang akan dibenahi, akses menuju area pariwisatanya juga akan ditingkatkan,” ujar Faiz saat ditemui di Kantor DPRD Batang, Kamis (5/11/2026).

Selain aksesibilitas, Faiz menekankan pentingnya faktor manusia. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat setempat menjadi pilar utama agar dampak ekonomi pariwisata langsung dirasakan warga.

“Penyelenggaraan event menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendatangkan pengunjung dari luar daerah. Insyaallah kita berharap setiap titik itu event-nya tingkat nasional,” imbuhnya optimis.

Rapor Pembangunan Infrastruktur: Jalan Mantap, Penerangan Masih Jadi PR

Di samping memaparkan peta jalan pariwisata, Bupati Faiz juga membeberkan sejumlah capaian dan indikator makro pembangunan di Kabupaten Batang. Dari sisi kesejahteraan, Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Batang kini mencatatkan performa positif dengan berada di atas target 70 tahun.

Pada sektor konektivitas wilayah, tingkat kemantapan jalan serta kondisi jaringan irigasi juga menunjukkan tren baik karena telah melampaui angka 70 persen.

Meski demikian, Faiz mengakui pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar di sektor infrastruktur penunjang, khususnya Alat Penerangan Jalan (APJ) yang saat ini capaiannya baru menyentuh angka 30 persen.

Keterbatasan ini dipicu oleh alokasi anggaran yang masih sangat minim dari tahun ke tahun. “Selama ini anggarannya hanya sekitar Rp900 juta, kemudian pada 2026 ini juga hanya sekitar Rp700 juta,” ungkap Faiz.

Pemetaan dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi riil daerah ini dipastikan akan menjadi kompas bagi Pemkab Batang dalam menyusun skala prioritas anggaran serta menajamkan program-program pembangunan pada tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses