Pascasidak Komisi IV DPRD Batang, Proyek TK Kuncup Mekar Bawang Jadi Sorotan Publik

Batang96 Dilihat
BATANG, medianasional.id – Proyek pembangunan gedung TK Kuncup Mekar di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, kian menjadi sorotan tajam publik. Hal ini mencuat setelah jajaran Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Rabu (28/10/2026) lalu.
.
Pembangunan gedung sekolah yang digarap secara swakelola tersebut memicu polemik di kalangan warga setempat dan tokoh masyarakat. Indikasi kuat adanya penyimpangan penggunaan material bangunan yang tidak memenuhi standar mutu dinilai menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan. Salah satu temuan yang paling disoroti adalah penggunaan jenis kayu yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
.
Sidak yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Batang, Tofani Dwi Ariyanto, bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Batang tersebut, kini dinantikan kelanjutannya oleh publik. Sejumlah pihak, termasuk anggota DPRD aktif berinisial S menegaskan bahwa pascasidak harus ada perbaikan nyata pada struktur fisik bangunan, bukan sekadar melakukan penyesuaian atau perubahan dokumen RAB.
.
“Masyarakat memantau langsung hasil kinerja dewan di lapangan. Perubahan itu harus terlihat pada wujud bangunan fisik, jangan hanya tulisan di atas kertas (RAB) saja,” ujar salah satu anggota DPRD aktif S saat ditemui awak media, Jumat (30/10).
.
Tuntutan serupa juga disuarakan oleh tokoh masyarakat setempat. Kepala desa di wilayah tersebut yang berinisial M, menyatakan harapannya agar para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Batang dapat bertindak tegas tanpa pandang bulu dalam mengungkap setiap bentuk pelanggaran konstruksi fasilitas pendidikan ini.
.
“Rakyat saat ini menunggu hasil kerja nyata. Kami berharap dewan berani menindak tegas dan tidak sekadar merubah regulasi tulisan semata, demi keselamatan anak-anak yang kelak menempati gedung tersebut,” pungkas M pada Jumat (30/10/2026).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses