Asep Somantri : Minimnya Anggaran Tak Menjadi Kendala Tingkatkan Kwalitas Pendidikan

Bandung120 Dilihat

Bandung, Medianasional.id – Pada tahun 2003 pemerintah mendirikan sekolah percontohan, namun begitu SK diterbitkan menjadi sekolah dasar negeri percobaan.setahun kemudian SDN Percobaan mendapat kualifikasi sekolah yang memenuhi standar SSN. Pada tahun 2008 atas rujukan pemerintah SDNP menjadi RSBI (Rintisan sekolah berstandar internasional) yakni sekolah yang dicalonkan menjadi SBI.

”Tahun 2012 sekolah ini kembali hanya SSN, tahun 2013 pemerintah menunjuk SDNP sekolah sasaran yang melaksanakan kurikulum 2013. Seiring perjalanan waktu dan pergantian pimpinan sudah pasti berubah kebijakan dan aturan, namun trust SDN Percobaan sebagai sekolah unggulan masih melekat walaupun sekarang ini SDNP sudah menjadi sekolah reguler, itu adalah sejarah singkat berdirinya SD percobaan”, ujar Asep Somantri Plt Kepala sekolah SDN Percobaan saat berbincang-bincang di kantornya, Jumat (8/8/2025).

menjawab tantangan pendidikan di era modern memerlukan perhatian serius, baik dari segi sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia (SDM).

Banyak hal yang perlu dibenahi agar SDN Percobaan mampu memberikan layanan pendidikan yang optimal. Salah satu perhatian utama saat ini adalah kondisi ruang aula sekolah yang dinilai sudah sangat memprihatinkan dan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan sekolah lainnya.

“Ada niatan kami untuk merevitalisasi aula karena kondisinya sudah sangat tidak layak. Tapi kendalanya adalah anggaran yang dibutuhkan cukup besar, sementara dana yang tersedia sangat terbatas,” ujar Asep.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak dapat mengandalkan bantuan dana dari orang tua siswa. Hal ini mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Bupati serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang melarang pungutan kepada wali murid.

“Kami tidak diperkenankan meminta bantuan dalam bentuk apapun dari orang tua murid. Semua harus sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Meskipun saat ini dirinya hanya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, Asep menegaskan bahwa pembenahan di lingkungan internal sekolah tetap menjadi prioritas. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi manajemen maupun pelayanan terhadap peserta didik.

“Sebagai Plt, saya tetap berkomitmen untuk memperbaiki kondisi sekolah. Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya, agar kebutuhan dasar pendidikan di sekolah kami bisa terpenuhi,” harap Asep.

“Revitalisasi infrastruktur sekolah seperti ruang aula menjadi kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda. Di tengah tantangan zaman dan tuntutan mutu pendidikan, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar yang efektif dan nyaman,oleh karena itu dirinya mengharapkan baik pemerintah maupun pihak swasta untuk bersama-sama mendukung program tersebut.karena maju mundurnya sebuah negara tergantung kwalitas pendidikan,” pungkas Asep.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses