Medianasional.id, Ambon – Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Kelas 1 Galala, Andreas Widyakusuma, menjelaskan, persiapan operasional pelabuhan menjelang Natal dan Tahun Baru 2025.
Dalam wawancara di ruang kerjanya di pelabuhan Galala Ambon, pada Jumat (9/12/2024), Andreas memaparkan, langkah-langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran angkutan barang dan penumpang lintasan Galala-Namlea.
Menurut Andreas, izin operasi kapal yang diberikan oleh Dinas Perhubungan hanya berlaku untuk dua kapal, yakni KMP Wayangan dan KMP Tatihu. Meskipun terbatas, pihak pelabuhan telah menyiapkan skema pengangkutan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Permintaan pengangkutan mulai meningkat, terutama untuk sembako seperti beras dari Bulog. Contohnya, ada permintaan pengiriman 75 truk beras yang harus selesai dalam 15 hari agar stok di Pulau Buru tercukupi sebelum Natal,” ujar Andreas.
Prioritas untuk Barang Kebutuhan Pokok
Dalam menghadapi lonjakan permintaan, Andreas menegaskan bahwa, muatan penumpang dan bahan pokok akan menjadi prioritas utama pengangkutan.
“Kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan sembako lainnya akan didahulukan. Barang-barang non-kebutuhan pokok seperti bahan bangunan atau barang kelontong akan diangkut setelahnya,” jelasnya.
Selain itu, pengangkutan penumpang juga diperhatikan, terutama menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.
“Kuota tetap tersedia untuk penumpang mobil pribadi yang ingin berlibur. Namun, kami akan memantau kondisi untuk mengatur pembatasan sesuai situasi di lapangan,” tambahnya.
Ekstra Trip dan Penyesuaian Jadwal
Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan, pelabuhan akan menambah frekuensi pelayaran jika diperlukan.
“Jika terjadi lonjakan penumpang atau barang, kami akan mengatur ekstra trip. Misalnya, kapal yang biasanya hanya berangkat malam (jadwal reguler), dapat diberangkatkan lagi pada siang hari dari pelabuhan berikutnya,” kata Andreas.
Ia juga menyebutkan, rencana jadwal khusus untuk mendukung kegiatan ibadah umat Kristiani.
“Pada 24 Desember, kapal akan diberangkatkan pukul 10.00 pagi agar penumpang bisa tiba tepat waktu untuk ibadah malam Natal. Sedangkan untuk Tahun Baru, kapal diberangkatkan pagi pukul 10.00 pada 31 Desember,” ungkapnya.
Cuaca dan Antisipasi Penumpukan
Mengacu pada informasi BMKG, cuaca diperkirakan dalam kondisi baik, namun Andreas menegaskan pentingnya tetap waspada.
“Kami selalu menggunakan acuan resmi dari BMKG. Harapannya, cuaca normal sehingga pelayanan bisa berjalan lancar tanpa penumpukan,” tuturnya.
Untuk mengatasi potensi penumpukan, pelabuhan menerapkan sistem pendaftaran lebih awal dan prioritas pengangkutan.
“Kami mengutamakan sembako dan barang penting lainnya. Barang seperti bahan bangunan, peralatan rumah tangga dan barang lain non-kebutuhan pokok yang sering dikirim ke Namlea juga akan diatur supaya tidak mengganggu distribusi kebutuhan pokok,” jelas Andreas.
Harapan Operasional Lancar
Andreas berharap, persiapan yang matang dapat memastikan pelayanan berjalan lancar selama musim liburan.
“Kami ingin semua angkutan, baik barang maupun penumpang, dapat terlayani dengan baik sehingga masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang,” pungkasnya.
Dengan strategi prioritas dan koordinasi yang kuat, pelabuhan lintasan Galala-Namlea optimis menghadapi lonjakan permintaan selama periode liburan akhir tahun.






