BANTUL, medianasional.id — Mengantisipasi potensi gempa bumi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD Kabupaten Bantul mulai melakukan penilaian awal kerentanan bangunan di wilayah Bantul, Selasa (8/9/2026).
bertempat di Ruang Rapat Khusus Gedung Ar. Fakharudin Lt. 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl Brawijaya Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Kegiatan diawali dengan bimbingan teknis (bimtek) yang dibuka Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Yulius Suharta, dan berlangsung 8–10 September 2026. Bimtek tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum melakukan penilaian bangunan di lapangan.
Yulius mengatakan Bantul memiliki sejumlah potensi bencana, terutama gempa bumi. Keberadaan Sesar Opak menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
“Gempa tahun 2006 menjadi pembelajaran penting bagi kita. Karena itu, mitigasi harus terus diperkuat untuk meminimalkan korban dan dampak bencana,” kata Yulius.
Ia menambahkan, budaya gotong royong masyarakat Bantul menjadi kekuatan penting dalam menghadapi dan mempercepat pemulihan ketika terjadi bencana.
Yulius berharap bimtek tersebut mampu menambah wawasan dan pengetahuan peserta sehingga dapat berperan dalam kegiatan mitigasi serta pendampingan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.
Setelah bimtek, enumerator akan melakukan penilaian lapangan selama lima hari terhadap rumah hunian sederhana satu lantai di lokasi yang ditentukan BPBD Bantul.
Penilaian dilakukan melalui pengamatan visual dan wawancara dengan pemilik rumah menggunakan aplikasi Survey123. Data tersebut akan menjadi dasar analisis kondisi bangunan dan penyusunan rekomendasi mitigasi.
Kegiatan melibatkan narasumber dari BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas PU/PTSP Bantul serta Museum Gempa Prof. Sarwidi (MUGESA).
Sedangkan peserta di ikuti dari akademisi, mahasiswa UMY, BPBD Bantul, serta relawan FPRB, perwakilan dari setiap kapanewon.
Penilaian ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan bangunan sekaligus mengurangi risiko korban dan kerugian akibat gempa bumi di Kabupaten Bantul.(red).






