Bandung, Medianasional.id – Sulitnya mendapat informasi terkait anggaran Publikasi PPDB tahun anggaran 2024 di Dinas Pendidikan Jawa Barat, semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan penunjukan media pada anggaran Publikasi ini. Ironisnya pejabat Disdik Jabar lakukan aksi bungkam dan terkesan menghindar untuk dimintai klarifikasi. Selain itu birokrasi diciptakan guna menghambat pihak media untuk mendapatkan informasi yang akurat.
Firman Oktora kepala balai TIKOMDIK beberapa kali hendak dikonfirmasi selalu tidak ada di tempat. Menurut informasi Firman Oktora kendati berada di kantor Dinas Pendidikan Ia tidak pernah berada di ruangan melainkan berkantor di ruangan tengah (ruangan sekretariat), saking takutnya dengan awak media. Sedangkan kendaraan Firman Oktora parkir di parkiran gedung tengah bukan di balai Tikomdik, saat pulang pun Firman terkesan sembunyi-sembunyi.
Yudi Subarkah Pengadministrasi Kurikulum PSMA saat ditemui media ini, beberapa waktu terbilang pintar berkelit. Ia juga mengaku tidak mengetahui peruntukan anggaran sebesar Rp 402 juta. Anggaran ini seharusnya untuk publikasi PPDB pada media cetak koran, online, televisi, radio, dan ruang /billboard dengan penayangannya sebanyak 25 kali. Spesifikasi media yang dipakai juga diputuskan Tikomdik. Kata Yudi, Bidang PSMA hanya melakukan pembayaran.
“Bukan saya PPK untuk publikasi media. Saya hanya membantu dan PSMA sebagai juru bayar kepada media. Media mana saja yang mendapat publikasi usulan dari Balai Tikomdik,” kilah Yudi.
Untuk saat ini belum ada laporan resmi media mana saja yang dipakai untuk publikasi PPBD. Dirinya baru mengetahui sebatas lisan dari Balai Tikomdik.
“Pokoknya yang urus media publikasi PPDB di bawah tanggung jawab Pak Firman Oktora, selaku Kepala Balai Tikomdik,” tandasnya.
Selain anggaran publikasi, Yudi juga mengaku tidak mengetahui paket Pembangunan Pusat Komunkasi senilai Rp 4 miliar. Anehnya, Yudi mengaku mengetahui rincian anggarannya.
Terakhir ketika media hendak menemui Firman Oktora pada Jumat pagi (26/07) namun sedang ke Jakarta bersama Dewi bagian humas.






