Jakarta – Umar Hi Soleman lagi lagi kembali didemo di jakarta yang ke tiga kalinya di KPK. Hal ini terkait dengan pinjaman ke PT. SMI yang mencapai 150 Miliar yang diduga adanya praktek suap ketuk palu di parlemen Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2017 senilai 3,5 Miliar.
Pasalnya dalam kasus ini, Sentral Koalisi Anti Korupsi Maluku Utara (SKAK-Malut) dengan tegas terus menyoroti agar KPK serius dalam menyelidiki kasus tersebut.
“Pada tahun 2017 pada saat itu Ketua DPRD Halmahera Selatan adalah Umar HI Suleman, maka mustahil ketika saat pemeriksaan nanti Umar tidak tidak tahu menahu,” Kata Reza Selaku Kordinator Aksi.
Tak sampai di situ saja, pihaknya juga mendesak KPK untuk memanggil dan memeriksa yng bersangkutan. Olehnya itu, dia juga meminta dengan tegas kepada KPK untuk kroscek aliran dana pinjaman PT. SMI yang diduga merupakan bagian dari persekongkolan di tubuh parlemen Kabupaten di Halmahera Selatan.
Meski demikian, Reza bilang, pihaknya akan terus melakukan konsolidasi untuk melakukan demonstrasi, sampai ada kepastian hukum. “kami mendukung Polda Maluku Utara dalam rangka mempercepat pemeriksaan dalam kasus suap ketuk palu DPRD 2017 Kabupaten Halmahera Selatan,” tegasnya.
“Kami juga akan mengagendakan unjuk rasa memberikan informasi kepada Ketum DPP Partai Golkar,” tandasnya.


