Bantul, medianasional.id – Masyarakat Kalurahan Wonokromo Kapanewon Pleret Bantul yang tergabung dalam Aliansi Wonokromo Gelap kembali gelar aksi di depan kalurahan Wonokromo, Senin (22/12/2025), buntut dari dugaan Bendahar Desa yang menggelapkan uang hingga 1,9 M, mereka menyampaikan beberapa tuntutan.
Demo kali ini kami sampaikan lima tuntutan yang harus segera di realisasi yaitu,
1. Usut tuntas penyelewengan dana desa.
2. Transparansi anggaran secara terbuka.
3. Perbaikan kinerja pamong-pamong kalurahan dan pelayanan kepada masyarakat.
4. Hilangkan pungutan yang tidak sesuai regulasi.
5. BPD harus lebih proaktif kepada masyarakat.
Mereka berharap tuntutan ini segera di realisasikan secepat mungkin demi Kalurahan Wonokromo, ujar Afif saat melakukan orasi di depan kalurahan.
Situasi semakin memanas saat peserta membakar ban bekas di depan kalurahan, dan beberpaa peserta menggeber geber motor memasuki halaman kalurahan bahkan afa satu sepeda motor yang naik di pendopo kalurahan,
Mereka meminta agar lurah dan pamong keluar menemui peserta demontrasi. Selang beberapa menit lurah beserta Pamong di dampingi Kapolsek Danramil serta Penewu Peret, H.M Machrus Hanafi, S.Ag.,selaku lurah Wonokromo menyampaikan bahwa saat ini sudah di lakukan pemeriksaan dari Inspektorat, serta kejaksaan Bantul, sembari ia menunjukkan surat tugas dari inspektorat.
“Saat ini pamong yang bersangkutan juga sudah di nonaktifkan,” ujarnya.
Ia juga berterimakasih atas aspirasi dan kritikan dari masyarakat kepada pemerintah kalurahan, semoga kedepan kinerja pemerintah Kalurahan Wonokromo bisa semakin maju, katanya.
Usai menyampaikan aspiraai dan kritikan masa menutup dengan doa awal bulan Rajab,setelah itu masa segera membubarkan diri. (wid)






