Aggota DPRD Morotai Naswin Rowo Usulkan Sumur BOR dalam Perubahan APBD Mendatang

Maluku Utara912 Dilihat

MOROTAI | medianasional.id | — Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, mengusulkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai dapat mengalokasikan anggaran pembuatan SUMUR BOR melalui perubahan APBD mendatang. Rabu (9/09/2026)

Usulan tersebut disampaikan Naswin kepada medianasional.id di Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai. Naswin melihat  kondisi sejumlah sumber air yang mulai mengering akibat musim kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kebutuhan air masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan tanaman tahunan dan bulanan warga.

“Dengan adanya informasi terkait debit air PDAM yang sudah mulai kering, terus sumur-sumur warga juga sudah mulai kering, kita berharap di APBD Perubahan nanti Pemda memfokuskan anggaran yang belum sempat dipakai atau yang tidak terlalu krusial untuk dialihkan membantu para petani di Desa,” ujar Naswin.

Ia mengatakan, pembangunan sumur bor tidak seharusnya hanya difokuskan di kawasan persawahan. Menurutnya, fasilitas tersebut juga dibutuhkan di kawasan permukiman warga serta perkebunan tanaman tahunan yang mulai mengalami kekurangan air.

“Jadi sumur bor bukan hanya di daerah persawahan, tapi di pemukiman warga maupun di perkebunan tanaman tahunan juga dibantu,” ujarnya.

Naswin menilai keberadaan sumur bor dapat menjadi salah satu langkah mitigasi untuk menghadapi kondisi kekeringan di tengah musim kemarau ini. Selain digunakan saat musim kemarau, sumber air tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat setelah musim kemarau berlalu.

Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah masyarakat di desa-desa yang dikunjunginya mengeluhkan kesulitan mendapatkan air untuk menyiram tanaman. Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan mempertahankan tanaman perkebunan mereka Berupa pala, cengkih, tomat, cabe maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Di beberapa desa yang saya turun, warga juga menyampaikan mereka berkeinginan seperti itu, karena sudah cukup lelah untuk bolak-balik menyiram tanaman,” ujarnya.

Selain persoalan sumber air, Naswin juga menyoroti kondisi tanaman tahunan masyarakat, khususnya pala dan cengkeh. Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat, sebagian tanaman tersebut mengalami kerusakan bahkan ada yang telah mati akibat keterbatasan air.

Karena itu, Naswin berharap Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai dapat mempersiapkan program bantuan bibit tanaman pada 2027 sebagai bagian dari upaya mitigasi.

“Nanti 2027 kita berharap di Dinas Pertanian banyak mengusulkan terkait dengan bibit,” katanya.

Naswin mengambil Contoh kondisi di Desa Daeo Kecamatan Morotai Selatan. Menurutnya, masyarakat setempat telah berinisiatif memindahkan pipa air bersih ke sumber air yang masih tersedia karena sumber air sebelumnya mulai mengering.

Namun, menurut Naswin, sumber air tersebut belum dapat dipastikan mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Di Daeo, masyarakat berinisiatif memindahkan pipa air bersih di sumber air yang masih ada karena yang sebelumnya sudah kering. Tapi sumber air itu tidak ada jaminan sampai kapan dia bertahan,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, ia menilai penting adanya pembuatan SUMUR BOR perlu dipertimbangkan pemerintah daerah sebagai salah satu solusi untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat yang terdampak air.

Naswin berharap jika ruang perubahan APBD dibuka, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan usulan tersebut dan memasukkannya dalam perencanaan anggaran.

Menurutnya, penyediaan sumber air tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan perkebunan masyarakat Morotai.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses