Raja Ampat, medianasional.id – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2025 fokus mendorong program swasembada pangan yang merupakan salah satu misi “Asta Cita” program dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Untuk menjawab itu kami menyiapkan lahan, untuk kesiapan lahan untuk menanam padi di lumbung-lumbung padi di daerah Salawati Tengah. Kami akan menyiapkan benih padi, pupuk dan berbagai alat pertanian,” kata Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Raja Ampat, Walujo B.Hargo saat ditemui dikantornya, belum lama ini.
Selain itu, pihaknya (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Raja Ampat Red) juga berupaya untuk meningkatkan produktivitas padi bekerjasama dengan pihak eksternal dalam rangka peningkatan produksi panen padi yang sebelumnya hanya 2 (dua) ton perhektarnya, tahun depan 2025 diupayakan meningkat hasilnya.
“Karena kalau dua ton beras kami anggap penghasilannya kurang, jadi harus ada upaya intervensi dari Pemerintah untuk peningkatan hasil produksi,” terang Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Untuk itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan bekerjasama dengan pihak eksternal menyiapkan satu tempat di Kalobo untuk Demplot atau Demontration Plot yang merupakan suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.
“Luas tempatnya dua hektar untuk Demplot disiapkan tenaga ahlinya, dan tenaga ahlinya sudah memberikan masukan ke kami dan sudah direncanakan di tahun 2025. Nanti disiapkan benih, obat-obatan diantaranya bentuk herbal maupun kimia,”ungkap Walujo sapaan akrab Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan.
“Dengan perlakuan khusus itu diharapkan produksi padi di Salawati Tengah itu bukan hanya dua ton saja perhektarnya bisa lebih lima sampai enam ton perhektarnya untuk menunjang program swasembada pangan,” sambunngnya.
Walujo mengaku, untuk kebutuhan beras di Raja Ampat baru tersiapkan 5% (lima persen) sementara 95% (sembilan puluh lima persen) beras didatangkan dari luar. “Dari program Demplot kesiapan kebutuhan beras di Raja Ampat dari lima persen bisa meningkat 10% (sepuluh persen) di tahun 2025 dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya demi suksesnya program swasembada pangan di Indonesia, khususnya Raja Ampat, Papua Barat Daya,”pungkasnya.
Tim Liputan medianasional.id






