Bantul, medianasional.id – Sebanyak 14 Padukuhan di Kalurahan Caturharjo Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul menerima bantuan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP). Bantuan tersebut langsung diterima oleh Lurah Caturharjo H.Wasdiyanto S.SI di kalurahan Caturharjo, Senin (9/12/2024). Jenis bantuan tersebut berbeda beda-beda sesuai dengan pengajuan di setiap padukuhan.
Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto menyampaikan, bantuan PPBMP tersebut hanya bisa di gunakan di tiga bidang yaitu Kesehatan, pendidikan dan bidang lingkungan.
Dijelaskan bahwa bantuan PPBMP dibidang kesehatan sesuai dengan pengajuan, yaitu untuk posyandu alat penimbang pengukur tinggi badan dan alat pengukur tensi. “Semoga dengan bantuan PPBMP ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucap wasdiyanto.
“Untuk bidang kesehatan akan digunakan untuk penanganan Stunting, sedangkan bidang lingkungan akan di gunakan untuk pengolahan sampah organik untuk di jadikan pupuk. Untuk menindaklanjuti program 5 ribu jogangan pemerintah Kalurahan Caturharjo mengambil langkah untuk mengatasi masalah persampahan, dengan menimbun sampah organik lalu di ambil lagi, dan digiling kemudian di kemas menjadi pupuk organik. Dengan menindak lanjuti program 5000 Jogangan ini otomatis sudah ikut program menuju Bantul Bersih Sampah 2025,” imbuhnya.
Beliau juga menambahkan bahwa pengolahan kompos menjadi pupuk organik ini baru ada di Kapanewon Pandak, di Kalurahan Caturharjo, harapannya selain untuk membantu mengatasi masalah sampah juga bisa menambah penghasilan, karena kemasan pupuk tersebut bisa dijual. “Semoga program 5000 jogangan di Caturharjo bisa lancar sesuai yang di harapkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Untuk menambah Pendapatan Asli Kalurahan(PAKal) Pemerintah Kalurahan Caturharjo membangun Gedung Olah Raga berukuran 20 x 30 yang mampu di gunakan untuk untuk kegiatan masyarakat seperti olah raga, rapat, pesta pernikahan dan lain sebagainya. Kepala Urusan Tatalaksana Kalurahan Caturharjo Wahyu Nur Rochman S.P.d saat kepada awak media menyampaikan, pembangunan Gedung olahraga ini menggunakan Dana Desa (DD). Wahyu menambahkan bahwa Gor ini mampu untuk main bulutangkis 4 sap dan juga di gunakan juga untuk Bola voli, bahkan sering di gunakan turnamen tingkat DIY. “Kami memasang tarif tidak terlalu mahal jadi banyak yang minat, karena harga terjangkau,” ucap Wahyu.
Beliau berharap dengan adanya GOR ini bisa berdampak baik bagi para pedagang di sekitar alun-alun Caturharjo sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga, pungkas wahyu.(W)






