
Banyumas, medianasional.id Antrian padat Ribuan jamaah santri dari berbagai daerah yang berkumpul dan memanjatkan doa bersama di Alun-alun Banyumas, Sabtu (10/11) malam.
Sejumlah Ribuan Lautan manusia mengucap takbir dan salawat, serta memanjatkan puji dan doa untuk keselamatan negeri dan rakyat Indonesia pun menggema hingga larut malam sampai kepada pada puncak acara.
“Adapun peserta yang hadir pada acara tersebut, selain ulama dari Banyumas dan sekitarnya, juga turut hadir pada kegiatan bertajuk “Doa Santri Untuk Negeri” dalam rangka malam puncak Hari Santri sekaligus Hari Pahlawan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen, Bupati Banyumas Ahmad Husein, serta Forkopimda setempat. Jelasnya.
“Kendati gerimis kecil sempat turun tidak menyurutkan semangat santri untuk hadir dan berdoa bersama. Bahkan sejak usai magrib, para peserta mengikuti dengan hikmat memanjatkan “Doa untuk Negeri” terus mengalir hingga Alun-alun Banyumas menjadi kerumunan lautan manusia. Suasana kian gayeng ketika kiai, pejabat, santri, serta masyarakat berbaur dan bersalawat bersama dengan iringan hadroh yang dimainkan para TNI menambahkan suasana keakraban. Jelasnya
Wakil Gubernur Jateng H Taj Yasin Maimoen dalam sambutannya mengatakan, “Doa Santri Untuk Negeri” yang diselenggarakan tepat di Hari Pahlawan ini sebagai bentuk momentum tepat. Hal itu terkait bahwa kemerdekaan RI tidak lepas dari perjuangan para kiai di penjuru nusantara. Tuturnya
” Namun kita ketahui bersama resolusi jihad salah satu tokoh ulama Indonesia yang ternama dan berkharismatik dari NU, ia adalah Kiai Hasyim Asyari yang mampu membakar semangat juang para santri melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Tentu peran ulama, kiai, dan santri sangat besar dalam perang kemerdekaan Indonesia. Karenanya para santri dan umat Islam di seluruh negeri sekarang harus aktif berjuang memajukan bangsa. Imbuhnya.
” Adapun perjuangan K.H Hasyim Asyari dahulu meneriakan takbir untuk mempertahankan negara dari berbagai ancaman, maka kini jangan ada yang meneriakan takbir untuk menghancurkan NKRI,” pintanya dengan tegas
Lanjutnya, kepada seluruh santri, agar senantiasa menunjukkan bahwa Islam adalah Rahmat bagi semesta alam. Islam selalu membawa kedamaian dan bukan memberikan ancaman dan ketakutan. Dan terus optimis dan yakin bahwa Indonesia ditunjuk Allah sebagai benteng Islam, menjadi negara pemersatu umat Islam di seluruh dunia. harapnya
“Melanjutkan, Ia mengatakan, bangsa Indonesia butuh pemuda karena tanpa pemuda bangsa ini tidak akan maju. Bahkan apabila generasi muda mau meluangkan waktu untuk belajar, berkarya, dan terus membangun negara maka Indonesia akan maju. tuturnya
Apabila terlebih dalam kalangan NU ada Banser ada Gerakan Pemuda Ansor yang selalu siap berjuang demi keutuhan NKRI. Demikian pula kalangan santri selalu berada di garis terdepan membentengi kedaulatan bangsa dari segala ancaman terhadap NKRI. tegasnya
“Lebih lanjut putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu mengatakan bahwa ada kata-kata bagus dan harus selalu diingat. Peluru akan membunuh teroris, tetapi pendidikan akan mengatasi teroris. Jadi melalui pendidikan akan mampu memutus mata rantai jaringan terorisme, melalui pendidikan dapat memperkuat tali persaudaraan, persatuan dan kebersamaan untuk menghadapi setiap ancaman terhadap keutuhan kesatuan bangsa Indonesia tercinta. Tambahnya
Editor : Puji_Leksono





