Tulungagung, Medianasional.id – Lagi – Lagi dunia pendidikan di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur dihebohkan adanya unjuk rasa yang dilakukan siswa kepada sekolah. Pemicu unjuk rasa diduga akibat kekerasan yang dilakukan oknum guru kepada salah seorang siswa.
Dalam video yang beredar menunjukan salah satu oknum (ASN) sedang menendang sepeda motor dan menggelandang siswa lalu dipukul menggunakan kayu/tongkat, dan dibawa masuk ke dalam gedung sekolahan. Kejadian pemukulan diduga terjadi di halaman SMKN 1 Tulungagung Jawa Timur.
Kepala SMKN 1 Tulungagung, Muhari saat dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan pemukulan yang dilakukan oleh seorang Waka kesiswaan kepada salah satu siswa dan adanya unjuk rasa yang dilakukan oleh siswa – siswi SMKN 1 Tulungagung itu.
“Benar, tadi pagi anak didik berunjuk rasa atau menyampaikan aspirasi, meminta 3 hal tuntutan dari pihak sekolahan. Pertama untuk memecat/mencopot Waka Kesiswaan yang berinisial (Y). Kedua untuk meminta maaf kepada semua siswa. Ketiga Waka kesiswaan SMKN 1 Tulungagung harus pindah dari SMKN 1 Tulungagung,” katanya. Jumat (7/10/2022).
Lanjut Muhari, setelah beberapa perwakilan dari siswa diterima dan pihak sekolah mendengarkan tuntutan siswa, pihaknya berjanji untuk memenuhi ketiga tuntutan tersebut, dan hari itu juga dilaksanakan.
“Mulai hari ini yang bersangkutan sudah diberhentikan sebagai waka kesiswaan dan tuntutan meminta maaf dilaksanakan hari Senin di depan para siswa ketika upacara nanti. Sedangkan tuntutan dipindah dari sekolah, kami akan mengusulkan kepada atasan kami,” ungkapnya.
Sebelumnya, beredar di media sosial tentang adanya salah satu siswa yang dipukul oleh seseorang. Ketika dikonfirmasi kepala sekolah mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar satu atau dua bulanan yang lalu.
Salah satu siswa SMKN 1 Tulungagung, sebut saja Putra (bukan nama sebenarnya) saat dikonfirmasi mengaku, sikap dari waka kesiswaan dianggap sudah melampaui batas pengajaran. Beberapa siswa ketika mengalami terlambat atau kesalahan menaiki motor mendapat hukuman berupa pukulan dan bahkan tendangan terhadap kendaraan.
“Kami sudah memprotes dan melaporkan kepada kepala sekolah, namun tidak ada tindak lanjut, mungkin pak Kepala sekolah sekedar mengingatkan. Jadi hari ini kami melakukan unjuk rasa,” katanya.
Sementara itu ketua Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPK2HI) Sugeng Sutresno, sangat prihatin dan meyanyangkan terjadinya hal tersebut.
“Menurut kami, hal itu sangat sangat disayangkan, karena bisa mencoreng dunia pendidikan di Tulungagung. Tugas pendidik mestinya kan mendidik, kalau pun memberikan hukuman itu harus bersifat dan bertujuan untuk mendidik dan mendisiplinkan siswa, bukan ditendang atau dipukul pakai tongkat, seperti kejadian dalam video itu”, tandasnya.






