Yogyakarta, medianasional.id – Pelaksanaan Tes Kendali Mutu (TKA) jenjang SMP dan sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), resmi digelar pada 6 hingga 16 April 2026 dengan mengedepankan semangat jujur, gembira, dan berintegritas sebagai fondasi utama dalam evaluasi pendidikan.
Plt. Kepala BPMP DIY, Bambang Hadi Waluya, menegaskan bahwa TKA tahun ini tidak sekadar menjadi alat ukur capaian akademik, tetapi juga sebagai cerminan kualitas pendidikan yang menjunjung tinggi nilai moral. la berharap pelaksanaan TKA mampu menghadirkan pengalaman evaluasi yang bermakna bagi peserta didik, tanpa tekanan, namun tetap menjaga kejujuran.
Antusiasme satuan pendidikan di DIY terlihat sangat tinggi. Berdasarkan data per 3 April 2026 pukul 13.00 WIB, sebanyak 575 satuan pendidikan telah terdaftar mengikuti TKA. Dari jumlah tersebut, tercatat 53.685 siswa sebagai calon peserta, dengan 53.484 siswa dinyatakan siap mengikuti ujian, sementara 201 siswa tidak mengikuti tes.
Dilihat dari komposisinya, peserta didominasi oleh siswa SMP sebanyak 43.177 siswa, diikuti MTs sebanyak 10.305 siswa, serta SMPTK sebanyak 2 siswa. Data ini menunjukkan tingginya partisipasi lintas satuan pendidikan dalam mendukung pelaksanaan TKA di DIY.
Dari sisi kemandirian pelaksanaan, capaian tahun ini patut diapresiasi. Sebanyak 573 sekolah atau 99,65 persen melaksanakan TKA secara mandiri, dan hanya 1 sekolah yang masih berstatus menumpang. Hal ini mencerminkan kesiapan dan kemampuan sekolah dalam menyelenggarakan evaluasi berbasis mandiri.
Sementara itu, dari aspek teknis, pelaksanaan TKA juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam digitalisasi. Sebanyak 464 sekolah (80,7 persen) melaksanakan ujian secara online, sedangkan 111 sekolah (19,3 persen) menggunakan moda semi online.
Secara wilayah, Kabupaten Sleman menjadi daerah dengan jumlah satuan pendidikan terbanyak yang berpartisipasi, yakni 168 sekolah. Disusul Kabupaten Gunungkidul dengan 135 sekolah, Kabupaten Bantul sebanyak 125 sekolah, Kabupaten Kulon Progo 82 sekolah, serta Kota Yogyakarta sebanyak 65 sekolah.
Penanggung jawab TKA BPMP DIY, Arwan Rifai, menegaskan bahwa esensi utama pelaksanaan TKA tahun ini terletak pada integritas proses. la menekankan pentingnya kejujuran sebagai nilai utama yang harus dijunjung oleh setiap peserta.
Kami ingin memastikan bahwa setiap jawaban yang diberikan siswa merupakan hasil dari kerja keras dan integritas mereka. Dengan suasana yang gembira, siswa diharapkan dapat mengerjakan soal dengan tenang dan optimal,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan TKA yang berintegritas dan menyenangkan, BPMP DIY berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter peserta didik yang jujur dan bertanggung jawab.(wid)





